Sekitar pukul 12.20 WITA, massa mulai membubarkan diri dari kawasan DPRD dan kembali ke Islamic Center untuk melanjutkan aksi di Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
Aksi berlanjut pada pukul 14.20 WITA di depan Kantor Gubernur, diawali oleh kehadiran aliansi masyarakat yang kemudian disusul kelompok mahasiswa.
Pantauan di lapangan, aparat telah memasang gulungan kawat berduri di sepanjang kawasan kantor gubernur sebagai upaya pengamanan. Namun, sekitar pukul 15.00 WITA, kawat berduri tersebut dirobohkan oleh massa aksi.
Massa juga sempat membentangkan spanduk raksasa bertuliskan #KaltimDaruratKKN yang ditujukan sebagai pesan untuk Presiden Prabowo.
Sayangnya, hingga aksi berakhir sekitar pukul 17.30 WITA, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, tidak menemui massa.
Ia hanya terlihat sempat memantau jalannya aksi dari jendela ruang kerjanya. Massa pun mulai membubarkan diri secara perlahan.
Namun situasi kembali memanas. Sekitar pukul 18.00 WITA, terjadi bentrokan antara massa dan aparat kepolisian.
Diawali aksi pelemparan dari massa, aparat kemudian berupaya membubarkan massa yang tersisa secara paksa menggunakan semprotan water cannon dan bergerak langsung mengamankan situasi.
Ketegangan berlangsung hingga akhirnya pada pukul 21.30 WITA, seluruh massa benar-benar meninggalkan lokasi.
Koordinator lapangan dari Aliansi Rakyat Kaltim sekaligus humas aksi, Lukman Hakim, menyebut demonstrasi yang diawali di Kantor DPRD Kaltim menghasilkan kesepakatan penting.
“Di DPRD tadi seluruh fraksi dan anggota dewan keluar menemui kami, lalu menandatangani pakta integritas yang sudah kami siapkan,” ujar Lukman di sela aksi, Selasa (21/4/2026).
Tag



