Karena itu, ketika hujan turun dan air mulai meninggi, Ade memilih tidak berangkat ke sekolah.
"Kalau banjir saya tidak sekolah karena takut air besar dan keretanya berhenti di tengah. Pernah juga pas nyeberang diikuti buaya," ujarnya.
Harapan Memiliki Jembatan
Pengalaman yang lebih buruk pernah dialami Nurhayati, siswi kelas IX SMPN 6 Marangkayu.
Ia pernah tercebur ke sungai ketika kereta gantung berada di tengah penyeberangan. Saat itu ia hendak berbelanja sambil membawa jeriken.
Karena belum sempat berpegangan, tubuhnya kehilangan keseimbangan.
Beruntung kakaknya yang berada di dekatnya langsung melompat untuk menyelamatkan.
"Saya belum sempat pegangan, terus jatuh. Kakak saya langsung lompat buat selamatin saya," kenangnya.
Peristiwa itu tidak membuat Nurhayati memiliki pilihan lain. Hingga kini ia masih menggunakan kereta gantung yang sama untuk beraktivitas.
Ia berharap suatu saat ada jembatan yang menghubungkan kampung mereka dengan jalan di seberang sungai.
"Sebenarnya takut lewat situ. Saya harap cepat ada jembatan. Jadi jalan ke mana-mana tidak perlu takut lagi," tuturnya. (Rafika Widyanasari)
Tag



