ARUSBAWAH.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkapkan peta pendidikan tinggi yang timpang di 10 kabupaten/kota.
Data itu memperlihatkan, akses kuliah ternyata hanya terkonsentrasi di dua kota besar, yaitu Samarinda dan Balikpapan sementara sebagian besar daerah lain seolah hilang dari peta mahasiswa.
Fakta itu tampak jelas saat redaksi Arusbawah.co menghimpun data dari buku angka statistik BPS Kaltim, Selasa (18/11/2025).
Pola Ketimpangan Berdasarkan Kemendikbud Ristek 2023-2024
Dalam data Kemendikbud Ristek untuk tahun 2023 dan 2024, mayoritas kabupaten tidak memiliki satu pun mahasiswa perguruan tinggi negeri.
Situasi paling terlihat di Kabupaten Paser, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, hingga Mahakam Ulu.
Kabupaten Paser dan Kutai Barat
Paser tidak mencatat mahasiswa negeri dua tahun berturut-turut, dan hanya mengandalkan mahasiswa swasta sebanyak 717 orang pada 2023 serta menurun menjadi 632 orang pada 2024.
Kutai Barat juga kosong dari mahasiswa negeri, dan hanya mencatat 74 mahasiswa swasta pada 2024, tanpa data pada 2023.
Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau
Kondisi hampir sama terlihat di Kutai Kartanegara yang nihil mahasiswa negeri pada dua tahun tersebut.
Meski begitu, daerah ini mencatat kenaikan signifikan mahasiswa swasta, dari 2.883 orang pada 2023 menjadi 3.200 orang pada 2024.
Di Kutai Timur, ketergantungan pada perguruan tinggi swasta juga terlihat jelas.
Tahun 2023, mahasiswa swasta berjumlah 2.105 orang dan menurun menjadi 1.825 orang pada 2024.
Berau menunjukkan pola serupa, tidak ada mahasiswa negeri, namun mahasiswa swasta meningkat dari 2.394 orang pada 2023 menjadi 2.551 orang pada 2024.




