Prestasi LPTQ Kaltim Meningkat dalam Dua Ajang Nasional
Dasmiah menegaskan, keberadaan LPTQ Kaltim selama ini memberikan dampak terhadap prestasi daerah di tingkat nasional.
Pada MTQ Nasional 2024 yang digelar di Kalimantan Timur, Kaltim berhasil mencatat sejarah dengan meraih juara umum setelah hampir 48 tahun belum pernah mencapai posisi tersebut.
Ia menyebut, dari 58 peserta yang mengikuti 13 cabang lomba, mayoritas kafilah Kaltim berhasil meraih prestasi.
“Ini pencapaian yang sangat luar biasa. Setelah 48 tahun, baru pada 2024 kita kembali menjadi juara umum,” katanya.
Di sisi MTQ Nasional di Kaltim itu, Dasmiah juga sampaikan efek perekonomian turut berputar dengan hadirnya kontingen-kontingen dari luar Kaltim yang datang ke Bumi Etam dalam pelaksanaan MTQ.
"Saat itu, hotel, UMKM hingga pariwisata juga ikut terdampak dari hadirnya kontingen-kontingen luar Kaltim yang datang ke acara MTQ," jelasnya.
Tidak hanya MTQ Nasional, Kaltim juga berhasil menjadi juara umum Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional 2025.
Prestasi tersebut menjadi yang pertama setelah 28 tahun penyelenggaraan STQH.
Anggaran Juga Turut Dibeberkan
Terkait anggaran, Dasmiah menjelaskan bahwa penggunaan dana LPTQ tidak terlepas dari agenda besar yang diemban Kaltim sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2024.
Pada tahun tersebut, anggaran LPTQ mencapai sekitar Rp124 miliar karena Kaltim menjadi tuan rumah kegiatan nasional yang melibatkan 34 provinsi.
Sementara pada 2025, anggaran berada di angka sekitar Rp50 miliar, termasuk untuk mendukung keikutsertaan kafilah Kaltim dalam STQH Nasional di Kendari hingga berhasil meraih juara umum.




