“Harus jaga stamina juga, karena tilawah itu butuh tenaga,” ucapnya.
Mengatasi Gugup di Atas Panggung
Meski telah beberapa kali tampil di tingkat nasional, Rifqi mengaku rasa gugup tetap menjadi tantangan yang tidak bisa dihindari. Bahkan, ia sering merasakan mual sebelum naik ke panggung.
“Setiap mau tampil itu pasti mual dan gugup,” katanya.
Namun, perasaan tersebut perlahan hilang ketika ia mulai membaca di atas panggung dan mencoba fokus pada penampilan.
“Pas sudah di atas panggung, hilang semua,” ujarnya.
Ia juga menguatkan mental dengan mengingat kerja keras selama latihan dan kesempatan tampil yang tidak bisa diulang.
“Tampil itu nggak bisa diulang, jadi harus maksimal,” ucapnya.
Al-Qur’an Jadi Jalan Hidup
Bagi Rifqi, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi telah menjadi jalan hidup yang membawanya hingga ke titik saat ini.
Ia bahkan memilih untuk fokus menekuni bidang tersebut.
“Kalau bukan karena Al-Qur’an, mungkin saya nggak ada di posisi sekarang,” katanya.
Saat ini, ia juga dipercaya menjadi muazin di Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kesempatan ini dicapainya berkat perjalanan panjangnya di dunia tilawah
“Saya sekarang jadi muazin di masjid negara di IKN. Sudah dari awal bulan Ramadhan,” ujarnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Rifqi mengajak generasi muda untuk tetap dekat dengan Al-Qur’an. Menurutnya, teknologi justru bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar.
“Sekarang di HP juga ada Al-Qur’an dan murotal,” katanya.
Ia menuturkan, kedekatan dengan Al-Qur’an tidak harus selalu dalam bentuk membaca, tetapi juga bisa dimulai dari mendengarkan.
“Kalau nggak sempat baca, bisa dengar murotal,” pesannya. (sobizz/raf)
Tag




