Motivasi itu semakin kuat ketika ia ingin membuktikan kemampuannya, terutama setelah sempat diragukan di awal perjalanannya sebagai qori.
“Ayah saya pernah meragukan saya cocok jadi qori, dari situ saya ingin membuktikan,” ucapnya.
Dari Lomba Azan ke Panggung Nasional
Perjalanan Rifqi di dunia lomba dimulai dari mengikuti lomba azan.
Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mengenal Musabaqah Tilawatil Qur’an dan mulai menekuni tilawah secara lebih serius.
“Awalnya saya ikut lomba azan dulu,” katanya.
Seiring waktu, ia mulai mengikuti berbagai ajang di tingkat nasional dan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Baru setelah itu saya tahu ada MTQ dan tertarik ikut,” ujarnya.
Rifqi tercatat telah mengikuti sejumlah ajang tilawah tingkat nasional.
Pada 2021, ia mengikuti STQ Nasional di Maluku Utara pada cabang 1 juz dan tilawah.
Setahun kemudian, ia meraih juara harapan 2 pada MTQ Nasional di Kalimantan Selatan untuk cabang yang sama.
Terbaru, pada 2025, ia berhasil meraih juara 2 pada STQ Nasional di Kendari di cabang 5 juz dan tilawah.
Latihan 9 Bulan dan Disiplin Ketat
Di balik capaian tersebut, Rifqi menjalani proses latihan yang panjang dan tidak mudah.
Ia mengaku harus mempersiapkan diri hingga sembilan bulan sebelum lomba dengan latihan intensif setiap hari.
“Latihan itu sampai 9 bulan sebelum lomba,” katanya.
Selama masa persiapan, ia fokus pada murojaah, memperbaiki teknik tilawah, serta menjaga kualitas suara agar tetap stabil saat tampil.
“Murojaah itu wajib setiap hari,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menjaga kondisi fisik dengan berolahraga, mengingat tilawah membutuhkan stamina yang baik saat tampil di atas panggung.
Tag



