Albert juga mengaku menjadi salah satu korban akibat lubang tambang PT Kencana Wilsa yang tak kunjung di reklamasi.
Sebelumnya ia pernah melaporkan dugaan penyerobotan lahan oleh PT Kencana Wilsa ke Polres Kubar, namun kasusnya dihentikan tanpa kejelasan.
“Saya dirugikan, tapi laporan ke Polres malah di-SP3-kan. Tak ada pengukuran, tak ada tindak lanjut. Kami merasa hukum tidak berpihak pada kami,” ujarnya kecewa.
Sebagai informasi, berita ini disusun berdasarkan keterangan dari JATAM Kaltim dan warga Kampung Geleo Asa, hasil wawancara bersama narasumber yang membuat pelaporan terhadap PT Kencana Wilsa.
Redaksi Arusbawah.co sudah berupaya mengonfirmasi PT Kencana Wilsa melalui telepon WhatsApp ke pihak manajemen, namun hingga berita ini diterbitkan belum juga mendapatkan balasan.
(wan)
- Krisis Wilayah Adat dan UU Masyarakat Adat Jadi Sorotan Rakernas Aman, Kekerasan di Muara Kate Turut Disorot
- 6 Bulan Rusel Tewas Saat Tolak Tambang Belum Terungkap, Warga Gedor Kantor Gubernur Tuntut Hentikan Truk Batu Bara Lewat Jalan Umum
- Kritik Akademisi Unmul soal Air Void Bekas Tambang Dijadikan Sumber Pemenuhan Air Minum, Purwadi: Berbahaya

Tag




