Fokus Pasca-Operasi dan Ancaman Cacat Permanen
Meski merasa kecewa, pihak keluarga tetap memegang janji Komisi IV yang memberikan tenggat waktu dua minggu bagi RSUD AWS untuk menyelesaikan audit medis secara transparan.
Namun bagi keluarga, hasil audit tidak akan menghapus fakta fisik yang dialami sang bayi.
Saat ini, kondisi bayi dilaporkan masih dalam perawatan intensif pasca-menjalani operasi skin graft (cangkok kulit) untuk menutupi luka nekrosis yang menganga.
Pihak keluarga menyatakan tidak akan mundur satu langkah pun dalam menuntut keadilan, mengingat masa depan sang bayi kini dibayangi ancaman cacat permanen pada tangan kanannya.
"Kami akan tunggu janji dua minggu itu. Tapi kami tegaskan, fokus kami sekarang bukan lagi soal muntaber, melainkan tanggung jawab atas hancurnya tangan bayi ini akibat tindakan medis yang diduga salah prosedur," pungkas Sudirman. (son)
Tag




