Arus Publik

Universitas Mulawarman Samarinda

Cerita Syarli Baizura, Gadis Samarinda yang Pernah ke Disneyland Hongkong Karena Juara, Kini Jadi Juara 1 Lagi Kaligrafi Nasional

Perjalanan Mahasiswi Fisipol Unmul Menuju Juara Nasional Kaligra

Rabu, 15 Oktober 2025 21:34

TUNJUKKAN KARYA - Syarli Baizura, mahasiswi Fisipol Unmul, menunjukkan hasil karya yang mengantarkannya meraih Juara 1 Cabang Kaligrafi Kontemporer MTQMN XVIII 2025/HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Langkah Syarli Baizura mungkin tak sepopuler nama-nama mahasiswa berprestasi di kampus besar.

Tapi perempuan 21 tahun asal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda itu berhasil menorehkan tinta emas di ajang paling bergengsi di tingkat nasional.

Ia menjadi Juara 1 Cabang Kaligrafi Kontemporer dalam Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVIII Tahun 2025 yang digelar di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Di balik kemenangannya, Syarli menyimpan perjalanan panjang dan tidak instan.

Kecintaannya pada seni dimulai dari hal yang sederhana dengan menggambar di atas kertas.

“Dari kecil aku memang sudah ikut lomba menggambar dan mewarnai sejak TK. Pas SMP baru tahu kalau ada kaligrafi kontemporer. Waktu itu penasaran, gimana sih rasanya ngelukis di kanvas, bukan cuma di kertas,” ujar Syarli saat berbincang dengan redaksi Arusbawah.co pada, Rabu (15/10/2025).

Dari Disneyland Hongkong Hingga MTQ Nasional 2025

Perkenalannya dengan dunia kaligrafi bermula dari lomba MTQ tingkat SD, ketika cabang kaligrafi kontemporer masih bersifat pameran.

Dari situ, bakatnya terus ia asah.

Berbagai jenis lomba-lomba menggambar telah banyak ia geluti sejak SD hingga SMA.

Ia mulai serius di bidang kaligrafi kontemporer sejak duduk di bangku kuliah, saat pertama kali lolos di tingkat provinsi dalam MTQ Reguler di Kota Bontang.

“Dari situ sering ikut Training Center. Dari pemkot, pemprov sering ada pelatihan. Nah, dari situlah aku mulai ketemu banyak guru, banyak teman, belajar dari mereka. Awalnya cuma ikut-ikut aja, lama-lama jatuh cinta,” katanya.

Syarli tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan seni.

Sang ayah sering menemaninya menggambar sejak kecil.

“Bapak yang ngajarin aku mewarnai, meski sebenarnya beliau nggak punya latar belakang seni. Tapi karena sering nemenin, lama-lama bisa juga,” ungkapnya.

Sejak kecil, Syarli dikenal aktif ikut lomba seni.

Tag

MORE