Hukuman rotan bukan hanya ketika lalai ibadah.
Pulang malam karena latihan karate atau sekadar nongkrong bersama teman juga berujung pada amarah ayahnya.
Ia sempat bercerita bagaimana sering memilih lari dari rumah saat pintu sudah dijaga dengan rotan.
Namun, di balik itu semua, ia mengakui ada hikmah besar.
Ketika remaja lain di masanya terjerumus mabuk-mabukan, Syahariah memilih menjauh.
“Saya lihat teman SMA saya teler, bakar kecubung, mabuk. Saya sadar, oh ini gunanya orang tua saya mendidik keras. Kalau tidak, mungkin saya juga ikut begitu,” ujarnya.
Dari Pinggiran Pesisir Balikpapan
Syahariah Mas'ud bercerita ia lahir di Balikpapan pada Desember 1975.
Ia berasal dari keluarga Bugis-Mandar, Sulawesi Barat.
Masa kecilnya tak bisa dibilang mewah.
Mereka tinggal di Kampung Baru, kawasan pinggiran pesisir Balikpapan dengan rumah kayu sederhana.
Tag



