Arus Publik

Cerita Pemilik Hewan Kurban Presiden Prabowo di Kaltim: Sapinya Nakal Minta Ampun, Susah Dijinakkan

Sabtu, 23 Mei 2026 21:49

SI BEJO - Mujianto bersama Si Bejo, sapi jantan jenis Brahman Cross miliknya berbobot 1,70 ton yang terpilih sebagai sapi bantuan presiden (banpres) untuk Kalimantan Timur/ARUSBAWAH.CO

Pakan yang digunakan berupa fermentasi rumput dan konsentrat racikan sendiri.

Untuk fermentasi, Mujianto menggunakan rumput Pakchong, Gama Umami, dan Samsibar.

Rumput Pakchong bahkan ditanam sendiri di lahannya untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.

“Menurut saya, kalau beternak yang penting itu pakan dulu, makanya harus punya lahan buat rumput," katanya.

Sementara konsentrat dibuat dari campuran bungkil sawit, gaplek, roti, premiks, dedak, hingga kulit kopi.

“Semua dicampur lalu diuji di laboratorium untuk melihat kandungan proteinnya,” jelasnya.

Menurut Mujianto, metode fermentasi membuat pertumbuhan sapi lebih maksimal sekaligus mengurangi bau kandang.

“Makanya kandang saya tidak terlalu bau,” ujarnya.

Terpilihnya Si Bejo sebagai sapi kurban Presiden bermula dari telepon yang diterimanya dari Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur sekitar dua bulan lalu.

Saat itu, petugas menanyakan apakah ia memiliki sapi dengan bobot di atas satu ton.

Padahal sebelumnya, Si Bejo sempat ditawar seorang pengusaha dengan harga Rp135 juta. Namun transaksi tersebut belum mencapai kesepakatan.

“Pas saya ditelepon dari dinas, ditanya ada sapi yang bobotnya di atas satu ton atau tidak. Saya bilang ada, lalu sapi ini diajukan ikut seleksi,” ujar Mujianto.

Tak lama setelah itu, Si Bejo masuk proses seleksi bersama sejumlah sapi dari daerah lain seperti Balikpapan, Samboja, dan Tenggarong.

Dari proses tersebut, Si Bejo akhirnya terpilih menjadi sapi kurban Presiden untuk Kalimantan Timur.

Tag

MORE