Laporan tersebut juga mencatat bahwa sejumlah perusahaan teknologi Indonesia memilih mendirikan entitas usaha di Singapura.
Langkah ini dilakukan karena negara tersebut dinilai menawarkan regulasi, sistem perpajakan, serta struktur investasi yang lebih kompetitif bagi startup dan investor modal ventura.
Kondisi tersebut membuat Indonesia menghadapi tantangan untuk mempertahankan daya saingnya dalam menarik investasi teknologi di kawasan Asia Tenggara.
CELIOS Dorong Perbaikan Insentif Investasi
Untuk memperkuat ekosistem startup nasional, CELIOS merekomendasikan pengembangan berbagai insentif fiskal bagi industri modal ventura.
Menurut kajian tersebut, kebijakan insentif dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat investor menanamkan modal di perusahaan rintisan dan sektor inovasi.
CELIOS menilai penguatan insentif perpajakan dan pengembangan instrumen pendanaan domestik diperlukan agar Indonesia tidak semakin tertinggal dalam persaingan menarik investasi teknologi di tingkat regional. (naa)
- Naskah Akademik CELIOS: Peran Strategis Temasek Holdings dan Economic Development Board dalam Membangun Ekosistem Modal Ventura Singapura
- Laporan CELIOS: Hanya 19,4 Juta UMKM yang Bisa Akses Pembiayaan Formal, Mayoritas Masih Kesulitan Cari Modal
- Modal Ventura Sumbang Rp351 Triliun ke PDB, CELIOS Dorong Insentif Pajak untuk Perkuat Ekonomi Digital




