ARUSBAWAH.CO - Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rawan gempa bumi di dunia.
Letaknya yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) membuat berbagai wilayah di Indonesia kerap mengalami aktivitas seismik, mulai dari gempa ringan hingga gempa berkekuatan besar yang berpotensi menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.
Perhatian masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana kembali meningkat setelah gempa bumi bermagnitudo 6,7 mengguncang wilayah sekitar Palu, Sulawesi Tengah, pada 16 Juni 2026.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun sempat menimbulkan kepanikan warga dan diikuti sejumlah gempa susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap keluarga perlu mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa bumi terjadi.
Pengetahuan sederhana ini bisa menjadi perbedaan antara selamat dan celaka saat bencana terjadi.
Menurut rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kesiapsiagaan merupakan salah satu kunci utama untuk mengurangi risiko saat terjadi gempa bumi.
1. Lakukan Drop, Cover, Hold On Saat Gempa Terjadi
Ketika gempa mulai terasa, usahakan untuk tetap tenang dan tidak panik.
Banyak korban cedera justru terjadi karena orang berlari secara terburu-buru saat bangunan masih berguncang.
Langkah yang disarankan adalah metode Drop, Cover, Hold On.
Segera merunduk ke lantai, berlindung di bawah meja atau furnitur yang kokoh, lalu pegang erat tempat berlindung tersebut hingga guncangan berhenti.
Jika tidak ada meja di sekitar Anda, lindungi kepala dan leher menggunakan tangan, tas, bantal, atau benda lain yang tersedia. Jauhi kaca, lemari tinggi, rak buku, lampu gantung, dan benda berat yang berpotensi jatuh.
2. Ketahui Cara Bertindak Sesuai Lokasi
Tindakan saat gempa perlu disesuaikan dengan lokasi Kamu berada.
Jika Berada di Dalam Rumah
Tetap berada di dalam bangunan selama guncangan berlangsung.
Jangan langsung berlari ke luar karena Anda berisiko tertimpa material bangunan, kaca pecah, atau genteng yang jatuh.
Setelah guncangan berhenti, matikan sumber listrik dan gas jika memungkinkan, kemudian keluar menuju area terbuka yang aman.
Jika Berada di Luar Ruangan
Segera menjauh dari bangunan, pohon besar, papan reklame, tiang listrik, dan jembatan.
Carilah area terbuka hingga guncangan benar-benar berhenti.
Jika Sedang Mengemudi
Kurangi kecepatan kendaraan secara bertahap dan berhenti di lokasi yang aman.
Hindari berhenti di bawah jembatan layang, terowongan, kabel listrik, atau bangunan tinggi.
Tetap berada di dalam kendaraan sampai situasi aman.
3. Siapkan Tas Darurat untuk Seluruh Anggota Keluarga
Salah satu langkah penting yang sering diabaikan adalah menyiapkan tas darurat.
Padahal perlengkapan ini dapat membantu keluarga bertahan selama proses evakuasi atau saat bantuan belum tiba.
Beberapa barang yang sebaiknya tersedia dalam tas darurat antara lain:
- Air minum
- Makanan siap saji
- Obat-obatan pribadi
- Senter dan baterai cadangan
- Power bank
- Peluit darurat
- Masker
- Uang tunai secukupnya
- Salinan dokumen penting
Simpan tas darurat di tempat yang mudah dijangkau oleh seluruh anggota keluarga.
4. Waspadai Ancaman Tsunami di Wilayah Pesisir
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah pantai, gempa bumi besar dapat memicu tsunami.
Jika merasakan gempa kuat yang berlangsung cukup lama, segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi tanpa menunggu peringatan resmi.
Ikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan dan terus pantau informasi dari pihak berwenang.
Dalam beberapa kasus, gelombang tsunami dapat tiba hanya beberapa menit setelah gempa besar terjadi.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Gempa?
Setelah guncangan berhenti, periksa kondisi diri sendiri dan anggota keluarga.
Jika ada yang terluka, segera berikan pertolongan pertama atau cari bantuan medis.
Hindari memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas terkait.
Periksa kemungkinan adanya kebocoran gas, korsleting listrik, atau bahaya lain yang dapat memicu kebakaran.
Selain itu, tetap waspada terhadap gempa susulan (aftershock).
Gempa susulan dapat terjadi beberapa menit, jam, bahkan hari setelah gempa utama dan berpotensi menyebabkan bangunan yang sudah melemah menjadi roboh.
Kesiapsiagaan Bisa Menyelamatkan Nyawa
Gempa bumi memang tidak dapat dicegah, tetapi dampaknya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan yang baik.
Memahami cara berlindung yang benar, menyiapkan tas darurat, dan memiliki rencana evakuasi keluarga dapat meningkatkan peluang keselamatan saat bencana terjadi.
Karena Indonesia berada di wilayah rawan gempa, pengetahuan ini tidak hanya penting bagi orang dewasa, tetapi juga perlu diajarkan kepada anak-anak sejak dini.
Semakin siap sebuah keluarga menghadapi bencana, semakin besar peluang untuk tetap selamat ketika gempa bumi besar terjadi. (tan)
- Mengenal 7 Rumpun Dayak di Kalimantan, Salah Satunya Punya Tradisi Telinga Panjang dan Musik Sape’
- Fasilitas Modern hingga CT Scan 128 Slice, Mengenal Layanan di Rumah Sakit Mulya Medika Samarinda
- Layanan Rehab Narkoba di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda: Syarat, Prosedur, dan Informasi yang Perlu Diketahui




