“Kami targetkan tahun ini tiga fasilitas itu sudah ada: jet ski, robotik, dan drone show,” kata Syamsuddin.
Dengan latar Sungai Mahakam, drone show diharapkan tidak hanya menarik warga lokal, tetapi juga menciptakan gaung regional melalui viralitas media sosial.
Strategi ini sekaligus menjadi upaya diferensiasi. Syamsuddin menyadari konsep “teras kota” kini mulai hadir di berbagai daerah. Samarinda tidak bisa tampil biasa-biasa saja.
“Kita tidak boleh biasa-biasa saja. Harus ada yang beda di Samarinda,” tegasnya.
Dari Ruang Santai ke Pusat Ekonomi?
Saat ini, parkir masih menjadi tulang punggung pendapatan kawasan.
Namun BUMD tersebut kini mempertaruhkan strategi berbasis hiburan dan teknologi untuk mengubah wajah Teras Samarinda.
Family jetski, robot pembersih, hingga drone show bukan sekadar proyek atraksi, tetapi upaya membangun ekosistem ekonomi berbasis traffic.
Tantangannya jelas: apakah investasi ini benar-benar mampu mendongkrak kunjungan dan menggerakkan roda usaha di dalam kawasan?
Jika berhasil, Teras Samarinda berpeluang bertransformasi dari sekadar ruang santai tepi sungai menjadi pusat aktivitas ekonomi yang hidup di jantung kota. (isa)




