Arus Publik

Sobizz BUMDes Bumi Etam Sejahtera

BUMDes Kaliorang: Kisah Perjuangan Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lewat Pupuk

Selasa, 2 September 2025 17:5

BUMDES - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bumi Etam Sejahtera Kaliorang, Kutai Timur (Kutim) menjadi contoh nyata bagaimana usaha berbasis kebutuhan lokal bisa berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bumi Etam Sejahtera Kaliorang, Kutai Timur (Kutim) menjadi contoh nyata bagaimana usaha berbasis kebutuhan lokal bisa berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat. 

Dengan fokus pada distribusi pupuk untuk tanaman sawit dan pisang, BUMDes ini tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok petani, tetapi juga mendorong produktivitas dan penghasilan desa.

Dari Vakum Menjadi Aktif Kembali

BUMDes di desa Kaliorang sempat mengalami masa vakum sebelum akhirnya dibangkitkan kembali oleh pemerintah desa dan pengurus baru pada 2024. 

Direktur BUMDes, Muhammad Ali, menceritakan langkah awal kebangkitan usaha tersebut.

Ali dan tim memulai pembenahan: membuka gudang, menghadirkan laboratorium uji tanah, serta memulai penjualan pupuk bersubsidi untuk masyarakat.

Keseharian Mengelola BUMDes

Sejak dibangkitkan, aktivitas BUMDes berjalan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.45 WITA. Ali bersama timnya manajer gudang, bendahara, dan sekretaris menjalankan tugas secara bergantian. 

Aktivitas utama adalah mengontrol stok pupuk, melayani penjualan, serta mengedukasi masyarakat tentang cara pemakaian pupuk yang tepat dan dosis yang sesuai.

“Setiap hari kita kontrol, komunikasi jalan terus. Jadi memang harus aktif turun ke lapangan,” kata Manager Gudang, Sudri. 

Selain itu, ia rutin melakukan rapat koordinasi dengan staf BUMDes untuk menyelesaikan masalah operasional dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

 

Tantangan yang Dihadapi

Meski manfaat BUMDes sudah terasa, perjalanan Ali dan tim tidak mudah.

Sebagian besar staf BUMDes adalah petani, sehingga waktu mereka terbagi antara pekerjaan di kebun dan tugas di gudang. 

Selain itu, keterbatasan modal membuat jumlah pupuk yang bisa disediakan masih terbatas, dan belum adanya kendaraan operasional membuat sebagian pupuk harus dijemput sendiri oleh petani atau diangkut dengan motor.

“Mobil angkut dari gudang ke petani belum tersedia, jadi kami masih mengandalkan kendaraan pribadi. Ini menjadi masalah terutama saat memenuhi kuota pupuk untuk sekitar 300 petani di desa,” jelas Ali.

Dampak Nyata bagi Petani

Keberadaan BUMDes memberikan perubahan signifikan. Peran BUMDes dalam penyediaan pupuk sesuai standar membuat petani di daerah itu bisa meningkatkan produksi panen. 

Hasil panen sawit yang sebelumnya hanya 1–1,5 ton per hektar kini meningkat hingga 2–3 ton. 

Bahkan beberapa petani mengalami lonjakan dari 8 ton menjadi 22 ton.

Selain produktivitas yang meningkat, harga pupuk yang relatif lebih terjangkau meringankan beban petani.

“Petani benar-benar terbantu, baik dari segi harga maupun ketersediaan pupuk,” ujar Ali.

Kolaborasi dan Edukasi

BUMDes menjalin kerja sama dengan distributor resmi dan laboratorium uji tanah untuk memastikan pupuk yang diberikan berkualitas dan sesuai kebutuhan tanaman. 

Edukasi lapangan mencakup cara membedakan pupuk asli dari palsu, dosis tepat, serta waktu aplikasi. 

Pendekatan ini membuat petani tidak hanya menerima pupuk, tetapi juga pemahaman ilmiah agar hasil pertanian maksimal.

Prestasi dan Harapan ke Depan

Upaya BUMDes tidak hanya berdampak pada masyarakat desa, tetapi juga mendapat pengakuan di tingkat regional. 

Pada 2024, BUMDes Kaliorang meraih Juara 1 Expo BUMDes se-Kalimantan Timur, membuktikan kerja keras dan kolaborasi efektif bisa menghasilkan prestasi nyata.

Ali berharap BUMDes ke depan dapat memperluas layanan, menambah variasi produk, serta mendapatkan fasilitas tambahan, termasuk kendaraan operasional. 

Targetnya, BUMDes tidak hanya menjadi penyedia pupuk, tetapi juga pusat layanan pertanian yang komprehensif dan inspirasi bagi desa-desa lain.

“Harapannya, BUMDes bisa lebih berkembang. Kita ingin pelayanan makin maksimal, produk makin banyak, dan tetap jadi pilihan masyarakat,” tutup Ali.

BUMDes Sebagai Pilar Ekonomi Desa

Kisah BUMDes Kaliorang menunjukkan bahwa usaha desa, bila dikelola dengan baik, bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal. 

Dengan semangat gotong royong, edukasi, dan kolaborasi, BUMDes berhasil mengubah tantangan menjadi peluang, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi desa. (pra)

Artikel ini merupakan bagian dari Program Bina UMKM, sebuah inisiatif kolaboratif lintas media yang digagas oleh Avnmedia.id, Hvsmedia.id, Arusbawah.co, dan Megapolitik.com. Program ini bertujuan untuk mendorong pengembangan ekonomi lokal melalui publikasi strategis yang mengangkat suara, potensi, dan cerita sukses pelaku UMKM serta bisnis menengah agar lebih dikenal luas oleh publik dan pemangku kepentingan.

 

Tag

MORE