“Kalau merasa jatah dari Kemendikbud kurang, kita manfaatkan yang dari Kemensos ini. Tapi kalau daerah tidak siap, jangan salahkan kalau provinsi lain bergerak cepat, sementara kita tertinggal,” ucapnya.
Darlis mengakui pihaknya telah berupaya mendorong percepatan pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kaltim.
Namun, ia pesimis Kaltim mampu mengejar ketertinggalan dalam pelaksanaan tahap awal.
“Kita sudah desak percepatan itu. Tapi untuk periode pertama ini, harus diakui kita tertinggal. Samarinda saya optimis bisa jalan, tapi kabupaten dan kota lain saya rasa berat untuk merealisasikan,” pungkasnya.
(wan)

Ads Arusbawah.co
Tag




