Arus Publik

Bukan Hanya Transfer Uang, Kaltim Kirim Dokter, Perawat, Rescue dan Tagana ke Aceh Tamiang di Tengah Krisis

Rabu, 17 Desember 2025 21:49

Pelepasan keberangkatan relawan Kaltim Peduli oleh Sekda di halaman kantor Gubernur, pada Rabu (17/12/2025)/IST

ARUSBAWAH.CO -  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya mengirim bantuan uang tunai ke wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.

Di tengah krisis berkepanjangan tiga provinsi yang masih berlangsung, Kaltim mengirim 37 relawan lintas keahlian ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (17/12/2025).

Para relawan akan bertugas selama 10 hari di lokasi bencana, menyatu dengan posko komando yang sudah berjalan di lokasi bencana.

Relawan dikirim untuk mengisi celah kerja lapangan yang belum tertangani maksimal, terutama pada layanan dasar yang bersentuhan langsung dengan penyintas.

Relawan Kaltim Dikirim untuk Menutup Celah Layanan Dasar di Lokasi Bencana

Tim yang diberangkatkan bukan tim coba-coba.

Ketua Tim Relawan, Sugeng Riyanto, menyebut seluruh personel sudah teruji dalam berbagai penugasan bencana nasional.

“Untuk kesiapannya semuanya itu sudah teruji, sudah pernah ngikut seperti beberapa seperti bencana waktu di Palu, waktu di NTB, waktu di Aceh dan lain sebagainya,” katanya.

Komposisi Relawan Disesuaikan dengan Kebutuhan Lapangan

Komposisi relawan dirancang berbasis kebutuhan lapangan.

Yaitu, lima dokter, satu analis kesehatan, satu apoteker, dan tujuh perawat akan memperkuat layanan medis dasar.

Sebanyak 15 personel Tagana difokuskan membantu dapur umum.

Empat tim rescue bergabung dalam operasi penyelamatan, sementara delapan orang lainnya menangani administrasi dan media pelaporan agar seluruh aktivitas tercatat dan terkoordinasi.

 

Relawan Kaltim Peduli Bergabung dengan Posko yang Sudah Berjalan

Selain itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, mengatakan relawan Kaltim Peduli akan bergabung dengan petugas yang sudah lebih dulu bekerja di Aceh Tamiang.

“Hari ini saya melepas 37 relawan Kaltim Peduli yang akan bergabung dengan petugas yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang yang ada di posko di sana,” ujarnya saat pelepasan.

“Tagana kita tidak membawa alat tetapi lebih kepada membantu untuk dapur umum yang ada di sana. Tim rescue tentu bergabung dengan yang di sana, kemudian tim kesehatan juga demikian,” jelas Sri Wahyuni.

Bantuan Relawan Berjalan Bersamaan dengan Bantuan Tunai Rp7,5 Miliar

Pengiriman relawan ini berjalan paralel dengan bantuan finansial.

Sebelumnya, Pemprov Kaltim telah lebih dulu menyalurkan bantuan uang tunai Rp7,5 miliar untuk tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Masing-masing Provinsi menerima Rp2,5 miliar.

Dana dikirim langsung melalui Bank Kaltimtara ke rekening BPKAD pemerintah daerah setempat.

Seluruh bantuan menggunakan anggaran APBD melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Dana BTT kita selain digunakan untuk bantuan tunai kepada tiga provinsi, kita juga mengeluarkan dana untuk memberikan kepedulian dengan mengirimkan 37 relawan kurang lebih selama 10 hari,” kata Sri Wahyuni.

Relawan Diminta Disiplin Satu Komando Selama Bertugas

Di lapangan, relawan diminta disiplin dalam satu komando.

Sri Wahyuni tegaskan hanya ada satu posko sebagai pusat koordinasi antar relawan.

Ketua rombongan akan bertanggung jawab penuh atas keberadaan dan penugasan anggotanya.

“Kuatkan niat bahwa misi yang akan kita bawa ke sana ini adalah misi kemanusiaan,” pesannya.

(wan)

 

Tag

MORE