Arus Publik

ARUS DATA

BPK Rekomendasikan Rp1,19 Miliar Masuk ke Kas Daerah Usai Audit 42 Proyek Pemkot Samarinda

ILUSTRASI AI - BPK Temukan Rp2,67 Miliar pada 42 Proyek Pemkot Samarinda, Sebagian Sudah Ditindaklanjuti/ Photo: Tim AI Arusbawah.co

Temuan tersebut berasal dari proyek rehabilitasi gedung pasar, pembangunan taman hingga rehabilitasi gedung kantor.

Beberapa item pekerjaan yang mengalami kekurangan volume antara lain sloof pagar, pasangan bata, dinding backdrop, pekerjaan elektrikal, instalasi telepon dan IT, plafon, bekisting, serta pekerjaan lainnya.

BPK mencatat, dari total temuan tersebut, Rp503.169.272 atau Rp503,1 juta telah ditindaklanjuti.

Namun masih terdapat Rp309.106.637 atau Rp309,1 juta yang belum dipulihkan.

"Hasil analisis dokumen kontrak secara uji petik dan pemeriksaan fisik diketahui terdapat kekurangan volume atas 12 paket pekerjaan," tulis BPK.

Disdikbud Paling Banyak, Proyek Sekolah Mendominasi

Temuan terbesar justru berada di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

BPK menemukan 18 paket pekerjaan mengalami kekurangan volume dengan nilai mencapai Rp1.017.017.616 atau Rp1,02 miliar. 

Paket tersebut meliputi pembangunan gedung sekolah, ruang kelas baru, pembangunan pagar sekolah hingga rehabilitasi fasilitas pendidikan.

Item pekerjaan yang menjadi temuan antara lain sloof pagar, pasangan bata, turap, drainase, balok beton, lantai beton, pekerjaan elektrikal, keramik, plafon, bekisting dan sejumlah pekerjaan lainnya.

Sebanyak Rp551.095.610 atau Rp551 juta telah ditindaklanjuti.

Namun masih tersisa Rp465.922.006 atau Rp465 juta yang belum dipulihkan.

Selain itu, BPK juga menemukan harga timpang pada proyek pembangunan Ruang Kelas Baru SD Negeri 010 Palaran senilai Rp8.591.380 atau Rp8,6 juta.

Temuan tersebut berasal dari item pekerjaan galian tanah, urugan tanah kembali dan cor lantai kerja bawah pondasi.

"Harga timpang adalah harga satuan penawaran pada RAB yang nilainya lebih besar 110 persen dari harga satuan yang tercantum dalam Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan dinilai tidak wajar," tulis BPK.

Temuan harga timpang itu telah ditindaklanjuti seluruhnya.

Pembangunan Puskesmas Ikut Jadi Temuan

Di Dinas Kesehatan, BPK menemukan kekurangan volume pada enam paket pekerjaan senilai Rp300.281.267 atau Rp 300,2 juta.

Temuan berasal dari proyek pembangunan puskesmas, pagar puskesmas hingga pembangunan gedung rumah sakit.

Item pekerjaan yang mengalami kekurangan volume meliputi sloof pagar, pasangan bata, pekerjaan elektrikal, keramik, plafon dan pekerjaan lainnya.

Dari jumlah tersebut, Rp52.945.929 atau Rp52,9 juta telah ditindaklanjuti.

Tag

MORE