Ia menjelaskan, pemerintah daerah masih menunggu seluruh proses administrasi dan serah terima rampung sebelum dapat merencanakan pengembangan fasilitas pendukung lainnya.
“Kalau memang sudah serah terima, nanti mungkin fasilitas lainnya kita mengikuti itu,” katanya.
Bagi banyak pecinta sepak bola di Samarinda, Stadion Segiri bukan sekadar tempat pertandingan berlangsung.
Stadion tersebut menjadi saksi perjalanan panjang Borneo FC, tempat ribuan suporter berkumpul membawa harapan, kebanggaan, dan kecintaan terhadap klub kebanggaan daerah.
Karena itu, peningkatan fasilitas olahraga dinilai bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga investasi untuk masa depan olahraga Kalimantan Timur.
Celni melihat peluang tersebut semakin terbuka seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Menurutnya, keberadaan IKN membuat wilayah ini memiliki peluang lebih besar menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai agenda nasional, termasuk event olahraga.
“Kita menyambut baik karena adanya IKN kita jadi lebih diuntungkan, sehingga kegiatan-kegiatan nasional bisa dialihkan ke ibu kota provinsi Kaltim,” ucapnya.
Meski peluang itu terbuka lebar, ia mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dibenahi. Salah satunya adalah keterbatasan fasilitas olahraga yang ada saat ini.
Menurut Celni, sejumlah gedung olahraga di Samarinda masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan, sebagian di antaranya membutuhkan perhatian lebih dari sisi pemeliharaan agar tetap layak digunakan.
Tag



