Arus Publik

Constitutional and Administrative Law Society

Bongkar Keanehan di Pemilihan Adies Kadies Jadi Hakim Konstitusi: Diksi 'Diajukan' Bukan Berarti 'Mewakili'

Borok Seleksi Hakim MK Dibuka Akademisi ke Publik

Sabtu, 31 Januari 2026 13:2

DISKUSI DARING - Diskusi publik bertajuk “Membongkar Borok Seleksi Hakim MK”, yang digelar oleh Constitutional and Administrative Law Society (CALS) pada 30 Januari 2026/ YT @CALS-Indonesia

Charles Simabura menambahkan, “DPR tampaknya ingin melegitimasi praktik pembuatan undang-undang yang ugal-ugalan.”

Berbagai literatur hukum menyebut fenomena ini sebagai bentuk ancaman terhadap demokrasi: melemahkan lembaga pengawas agar kekuasaan tidak terkontrol.

Dalam konteks ini, MK menjadi target penting karena perannya yang krusial menjaga konstitusi tetap dijalankan.

Langkah CALS untuk Mengawal Demokrasi

CALS bersama organisasi mitra berkomitmen menjaga bangunan negara hukum tetap kokoh.

Selain memberi narasi tandingan melalui tulisan dan forum publik, CALS menyiapkan langkah hukum dengan mengajukan gugatan dan permohonan ke lembaga relevan, seperti Pengadilan Tata Usaha Negara, Majelis Kehormatan MK, hingga MK itu sendiri.

“MK harus tetap independen agar bisa menjalankan fungsinya mengawasi kekuasaan, tanpa intervensi politik,” demikian keterangan resmi CALS diterima redaksi Arusbawah.co hari ini. (pra)

 

Tag

MORE