ARUSBAWAH.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) telah mengalokasikan anggaran triliunan rupiah untuk program beasiswa selama hampir 20 tahun
Setiap era gubernur menghadirkan skema berbeda, namun fokus utama tetap sama, yakni meningkatkan akses pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.
Redaksi Arusbawah.co rangkum perjalanan beasiswa Kaltim dari era beberapa gubernur.
Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC) Era Awang Faroek Ishak (2008–2018)
Pada era Gubernur Almarhum Awang Faroek Ishak (AFI) 2008–2018, program Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC) digulirkan untuk pelajar dan mahasiswa dari jenjang SD hingga S3, termasuk warga Kaltim yang menempuh pendidikan di luar negeri.
Program ini menargetkan 30 ribu penerima setiap tahun pada lima tahun pertama, kemudian meningkat menjadi 50 ribu penerima per tahun mulai 2014.
Sejak 2009, anggaran BKC mencapai Rp177 miliar untuk 24.770 penerima.
Anggaran mengalami fluktuasi, turun menjadi Rp72 miliar pada 2010 untuk 18.305 penerima, lalu kembali naik pada tahun-tahun berikutnya.
Pada 2013, alokasi mencapai Rp149 miliar untuk 31.116 penerima, naik signifikan dari Rp106 miliar pada 2012.
Dua tahun terakhir kepemimpinan AFI, alokasi konsisten di angka Rp40-an miliar untuk 2-3 ribu penerima.
Secara keseluruhan, BKC menelan Rp1,11 triliun untuk 205.951 penerima.
Program ini juga menyediakan beasiswa khusus bagi pelajar miskin senilai Rp3 miliar dan bagi warga di perbatasan senilai Rp2,6 miliar.
Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) Era Isran Noor (2018–2023)
Di Era Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi (2018–2023) mengganti nama dengan Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) dan Beasiswa Kaltim Stimulan, menargetkan pelajar SD hingga mahasiswa S3.
Total anggaran mencapai Rp1,3 triliun selama lima tahun. Skema dibagi tiga kategori yakni umum, khusus, dan kerja sama internasional.
Program BKT membayar penuh biaya pendidikan mahasiswa dari semester awal hingga lulus, sedangkan Beasiswa Stimulan diperuntukkan bagi pelajar SD hingga perguruan tinggi dengan registrasi ulang setiap tahun.
Alokasi tahunan BKT mengalami kenaikan dan penurunan:
- 2019 Rp149 miliar untuk 13.320 penerima
- 2020 Rp163 miliar untuk 30.432 penerima
- 2021 Rp154 miliar untuk 18.531 penerima
- 2022 Rp304 miliar untuk 39.944 penerima
- 2023 Rp375 miliar untuk 50.000 penerima
Untuk 2024, anggaran awal direncanakan Rp250 miliar, namun realisasi APBD murni hanya Rp200 miliar, turun signifikan dari tahun sebelumnya.
Rencana penerima BKT 2024 terbuka untuk 31.044 orang, dengan rincian yakni Beasiswa Kerjasama 250 orang, Beasiswa Tuntas 3.467 orang, Beasiswa Stimulan Mahasiswa 6.852 orang, dan Beasiswa Stimulan Siswa 20.475 orang.
Program ini juga menanggung biaya penelitian disertasi, penyusunan skripsi/tesis, pendidikan profesi, pendidikan spesialis, dan studi luar negeri.
Gratispol Pendidikan Era Rudy Mas’ud (2025)
Memasuki era Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji pada 2025, Pemprov menggelontorkan program Gratispol Pendidikan dengan anggaran Rp206,9 miliar untuk 32.865 mahasiswa baru dari jenjang D3 hingga S3.
Rinciannya yaitu:
- S-1 menyerap Rp150,9 miliar untuk 28.083 penerima
- S-2 dan S-3 Rp14,4 miliar untuk 2.860 penerima
- Mahasiswa di luar daerah Rp7,7 miliar untuk 657 orang
- Mahasiswa di luar negeri Rp9,9 miliar untuk 89 orang
- Kategori Gratispol Khusus Rp21,4 miliar untuk 1.165 penerima
- Biaya operasional tim menghabiskan Rp2,3 miliar.
Saat ini, pencairan awal Gratispol Pendidikan sebesar Rp44,15 miliar sudah diterima tujuh perguruan tinggi negeri, termasuk:
- Universitas Mulawarman Rp22,45 miliar
- Polnes Rp6,38 miliar
- UINSI Rp4,89 miliar
- ITK Rp4,68 miliar
- Poltekkes Kemenkes Samarinda Rp3,56 miliar
- Politeknik Negeri Balikpapan Rp1,57 miliar
- Politani Samarinda Rp604,8 juta
(wan)
- Pihak Politani Klaim Dijanjikan Dana Gratispol Cair Agustus, Tapi hingga 31 Oktober Uang Belum Masuk
- Rincian Rupiah Diterima Kampus untuk Gratispol Pendidikan! Tiga Kampus On Top untuk Pagu Anggaran
- Gratispol Pendidikan 2025: Kuota 30.865, Sejumlah 11.513 Dinyatakan Lolos! Sisanya Tunggu Pengumuman Pemprov




