Ia menilai penting adanya pembatasan di area terdampak agar tidak membahayakan keselamatan pengunjung.
“Kita belum tahu apakah sudah buka total atau cuma sebagian. Karena beberapa bagian yang terdampak kebakaran belum diketahui kondisinya secara menyeluruh,” tambahnya.
Deni Hakim Anaawr turut menyoroti sistem keselamatan gedung yang dinilainya kurang maksimal. Ia menyebut sistem pemadam kebakaran, seperti sprinkler dan hydrant, tidak berfungsi secara optimal saat kejadian berlangsung.
“Sprinkler saat itu tidak aktif, hydrant juga tidak otomatis dan harus dioperasikan manual. Ini harus jadi bahan evaluasi serius,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kurangnya kesiapan tim pemadam internal mall (MKKG) yang dianggap lambat dalam menangani kebakaran, sehingga api dengan cepat membesar.
Meski begitu, Deni mengakui pentingnya keberadaan Big Mall sebagai salah satu penggerak ekonomi di Samarinda.
“Kita tidak bisa mengabaikan peran Big Mall dalam roda ekonomi kota ini. Tapi yang paling utama adalah keselamatan warga,” tuturnya. (adv)
Tag



