Di satu sisi, konsumen diuntungkan dengan harga yang lebih murah.
Di sisi lain, pedagang tradisional dipaksa menyesuaikan harga agar tetap kompetitif.
Kondisi itu secara tidak langsung menekan ruang spekulasi harga di pasar.
Selain itu, Perusda MBS kini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat melalui skema Mitra SIGAP.
Warga atau pelaku usaha yang ingin menjual bahan pokok dengan skema harga terkendali bisa mendaftar, dengan syarat legalitas usaha yang jelas.
Langkah itu menunjukkan pendekatan distribusi yang tidak lagi terpusat, tetapi berbasis jaringan yang lebih luas.
Tujuannya memperluas titik intervensi harga agar tidak hanya bergantung pada satu kios.
Target SIGAP Jadi Instrumen Pengendalian Inflasi Berkelanjutan
Ke depan, perusda MBS menargetkan penguatan peran SIGAP sebagai instrumen pengendalian inflasi yang berkelanjutan.
Fokusnya tetap menjaga pasokan dan memastikan harga tidak melampaui batas daya beli masyarakat.
“Kalau harga di pasar mulai naik, SIGAP harus tetap jadi patokan. Memastikan masyarakat tidak membeli bahan pokok dengan harga yang tidak wajar,” pungkasnya. (adv)
Tag




