Arus Publik

Beras Rp13 Ribu dan Minyak Rp15 Ribu, Kios SIGAP Jadi Alternatif Saat Harga Pasar Tak Lagi Bersahabat

Kamis, 26 Maret 2026 22:25

Potret kios SIGAP milik perusda KT MBS yang berlokasi di pasar Segiri, Kota Samarinda/sumber: Web KTMBS

ARUSBAWAH.CO -  Di tengah ratusan pedagang di Pasar Segiri Kota Samarinda, ada satu kios justru jadi penyeimbang harga di Kalimantan Timur (Kaltim).

Kios bernama SIGAP milik Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (MBS) hadir menjual beras dan minyak goreng lebih murah, saat harga pasar kerap naik tak terkendali.

Kios SIGAP telah berdiri sejak 4 Maret 2024 dan ditempatkan di salah satu titik strategis berlokasi di Pasar Segiri, kota Samarinda.

Fungsinya menjadi toko penyeimbang dengan harga yang lebih murah dan stabil dibanding harga pasar pada umumnya.

Harga Beras dan Minyak di Kios SIGAP Mengacu HET

Data harga yang dipasang di Kios SIGAP menunjukkan angka yang terukur.

Minyak goreng merek Minyak Kita dijual Rp15.700 per liter atau Rp31.400 untuk kemasan 2 liter.

Angka itu mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Untuk beras, SIGAP menjual beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kualitas medium sesuai HET wilayah Kalimantan, yakni Rp13.100 per kilogram.

Dalam kemasan 5 kilogram, harga dipatok Rp63.000.

Jika dibandingkan dengan fluktuasi harga di pasar tradisional yang kerap menembus di atas HET, selisih ini menjadi titik intervensi yang signifikan.

SIGAP Bukan Sekadar Bisnis, Tapi Penugasan Pemprov Kaltim

Sekretaris PT Kaltim Melati Bhakti Satya (Perseroda), Abad Manfita, menegaskan bahwa SIGAP bukan sekadar unit bisnis, melainkan penugasan langsung dari Pemerintah Provinsi Kaltim.

SIGAP tidak semata-mata kami posisikan sebagai unit usaha, tetapi sebagai bentuk pelaksanaan penugasan Pemprov Kaltim untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan pokok dengan harga yang wajar,” ujarnya kepada Arusbawah.co saat ditemui langsung di kios SIGAP pada, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, sejak Maret 2024, perusda MBS diminta mengambil peran aktif dalam pengendalian inflasi daerah.

SIGAP, yang merupakan akronim dari Siap Jaga Harga dan Pasokan, difokuskan pada komoditas bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng, gula, dan tepung.

Pengembangan SIGAP Mobile, Mitra, dan Online

Intervensi itu tidak berdiri sendiri.

Kios SIGAP menjadi bagian dari skema distribusi pangan yang lebih luas, termasuk rencana pengembangan SIGAP Mobile, Mitra SIGAP, hingga SIGAP Online.

Strategi itu dirancang untuk memperluas jangkauan distribusi di 10 Kabupaten/kota di Kaltim dan menutup celah permainan harga di tingkat bawah.

 

Permintaan Naik, Omzet SIGAP Melonjak Tajam

Di lapangan, dampaknya mulai terlihat dari sisi permintaan.

Abad menyebut, sejak diluncurkan 2024, omzet SIGAP terus meningkat tajam.

“Dari 2024 ke 2025 kami hampir kenaikan tiga kali lipat. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap harga yang stabil memang tinggi,” katanya.

Kenaikan itu bukan sekadar indikator bisnis, tetapi juga sinyal adanya tekanan harga di pasar yang belum sepenuhnya terkendali.

Di situlah fungsi SIGAP menjadi penting untuk menjaga daya beli masyarakat Kaltkm dengan memastikan ada alternatif harga yang mengikuti HET.

Dampak ke Pedagang dan Perluasan Jaringan Distribusi

Namun, kehadiran SIGAP juga membuka dinamika baru di pasar.

Di satu sisi, konsumen diuntungkan dengan harga yang lebih murah.

Di sisi lain, pedagang tradisional dipaksa menyesuaikan harga agar tetap kompetitif.

Kondisi itu secara tidak langsung menekan ruang spekulasi harga di pasar.

Selain itu, Perusda MBS kini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat melalui skema Mitra SIGAP.

Warga atau pelaku usaha yang ingin menjual bahan pokok dengan skema harga terkendali bisa mendaftar, dengan syarat legalitas usaha yang jelas.

Langkah itu menunjukkan pendekatan distribusi yang tidak lagi terpusat, tetapi berbasis jaringan yang lebih luas.

Tujuannya memperluas titik intervensi harga agar tidak hanya bergantung pada satu kios.

Target SIGAP Jadi Instrumen Pengendalian Inflasi Berkelanjutan

Ke depan, perusda MBS menargetkan penguatan peran SIGAP sebagai instrumen pengendalian inflasi yang berkelanjutan.

Fokusnya tetap menjaga pasokan dan memastikan harga tidak melampaui batas daya beli masyarakat.

“Kalau harga di pasar mulai naik, SIGAP harus tetap jadi patokan. Memastikan masyarakat tidak membeli bahan pokok dengan harga yang tidak wajar,” pungkasnya. (adv)

 

Tag

MORE