Arus Publik

Beras Rp13 Ribu dan Minyak Rp15 Ribu, Kios SIGAP Jadi Alternatif Saat Harga Pasar Tak Lagi Bersahabat

Kamis, 26 Maret 2026 22:25

Potret kios SIGAP milik perusda KT MBS yang berlokasi di pasar Segiri, Kota Samarinda/sumber: Web KTMBS

SIGAP, yang merupakan akronim dari Siap Jaga Harga dan Pasokan, difokuskan pada komoditas bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng, gula, dan tepung.

Pengembangan SIGAP Mobile, Mitra, dan Online

Intervensi itu tidak berdiri sendiri.

Kios SIGAP menjadi bagian dari skema distribusi pangan yang lebih luas, termasuk rencana pengembangan SIGAP Mobile, Mitra SIGAP, hingga SIGAP Online.

Strategi itu dirancang untuk memperluas jangkauan distribusi di 10 Kabupaten/kota di Kaltim dan menutup celah permainan harga di tingkat bawah.

 

Permintaan Naik, Omzet SIGAP Melonjak Tajam

Di lapangan, dampaknya mulai terlihat dari sisi permintaan.

Abad menyebut, sejak diluncurkan 2024, omzet SIGAP terus meningkat tajam.

“Dari 2024 ke 2025 kami hampir kenaikan tiga kali lipat. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap harga yang stabil memang tinggi,” katanya.

Kenaikan itu bukan sekadar indikator bisnis, tetapi juga sinyal adanya tekanan harga di pasar yang belum sepenuhnya terkendali.

Di situlah fungsi SIGAP menjadi penting untuk menjaga daya beli masyarakat Kaltkm dengan memastikan ada alternatif harga yang mengikuti HET.

Dampak ke Pedagang dan Perluasan Jaringan Distribusi

Namun, kehadiran SIGAP juga membuka dinamika baru di pasar.

Tag

MORE