ARUSBAWAH.CO - Pos belanja modal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami pemotongan drastis pada tahun anggaran 2026.
Pos belanja modal yang selama ini digunakan untuk membangun jalan, jembatan, gedung sekolah, dan rumah sakit kini, dipangkas lebih dari 70 persen pada 2026.
Belanja Modal Kutai Kartanegara Dipangkas Drastis
Fakta itu tercatat dalam data yang dihimpun redaksi Arusbawah.co dari portal Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rabu, (4/2/2026).
DJPK memperlihatkan, pos belanja modal Kukar turun sangat tajam dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2025, belanja modal Kabupaten Kutai Kartanegara masih berada di angka Rp3.5 triliun.
Setahun kemudian, anggaran itu menyusut drastis menjadi hanya Rp958 miliar.
Artinya, ada pemangkasan sebesar Rp2.6 triliun atau sekitar 72,58 persen.
Proyek Infrastruktur Terancam Tertunda dan Dibatalkan
Dengan anggaran yang tersisa kurang dari sepertiga, sejumlah proyek fisik berpotensi tertunda, diperkecil skalanya, atau bahkan batal dikerjakan.
Situasi ini terasa ironis.
Kutai Kartanegara dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Kalimantan Timur.
Namun besarnya produksi batu bara tak berbanding lurus dengan dana yang kembali ke daerah melalui skema Dana Bagi Hasil (DBH).
Ketika transfer dari pemerintah pusat dipangkas, APBD Kukar langsung terguncang.
Tag



