Arus Publik

ARUS DATA

Bedah Laporan Keuangan Varia Niaga Samarinda: Muncul Aset "Tanah Sambutan" Rp28,7 Miliar, Pertanda Bisnis Properti Mulai Bergerak?

VARIA NIAGA - Logo Varia Niaga Samarinda/ IG @varianiagasamarinda

ARUSBAWAH.CO -  Ada satu perubahan yang paling mencolok dalam Laporan Posisi Keuangan Perumda Varia Niaga Samarinda tahun buku 2025.

Laporan itu sebagaimana terlampir dalam Buku I Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemkot Samarinda Tahun 2026 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kaltim yang didapatkan redaksi Arusbawah.co 

Bukan soal laba perusahaan yang masih menembus Rp10 miliar, melainkan munculnya akun baru bernama "Tanah Sambutan" dengan nilai Rp28,74 miliar.

Akun tersebut sebelumnya tidak tercantum dalam laporan keuangan tahun 2024.

Pada saat yang sama, nilai modal perusahaan turun cukup drastis, dari Rp41,97 miliar menjadi Rp13,23 miliar.

Jika dijumlahkan, nilai modal baru dan akun Tanah Sambutan hampir sama dengan modal yang tercatat pada tahun sebelumnya.

Perubahan ini mengindikasikan adanya penyesuaian dalam struktur ekuitas perusahaan.

Namun, penyebab pastinya belum dijelaskan dalam Laporan Posisi Keuangan karena dokumen tersebut hanya menyajikan angka-angka, bukan uraian transaksi.

Sejalan dengan Rencana Bisnis Properti

Kemunculan akun Tanah Sambutan ini menarik perhatian karena sejalan dengan langkah Perumda Varia Niaga yang mulai mengembangkan bisnis di sektor properti.

Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade, sebelumnya menyampaikan bahwa perusahaan tidak lagi hanya bergerak di sektor ketahanan pangan, tetapi juga mulai membangun perumahan subsidi di Kecamatan Sambutan.

"Ini bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam pembangunan rumah subsidi, khususnya di wilayah Sambutan. Insyaallah tahun ini sudah mulai," kata Syamsuddin beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, proyek tersebut telah masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Tahap pertama pembangunan direncanakan berada di kawasan Pelita 7, Kecamatan Sambutan, dan masih berada dalam proses administrasi.

Meski demikian, Laporan Posisi Keuangan tidak secara eksplisit menjelaskan apakah akun "Tanah Sambutan" senilai Rp28,74 miliar merupakan aset yang disiapkan untuk proyek perumahan subsidi tersebut. 

Total Aset Bertambah Rp9,2 Miliar

Di luar munculnya akun Tanah Sambutan, kondisi keuangan Perumda Varia Niaga secara umum menunjukkan peningkatan.

Total aset perusahaan naik dari Rp41,40 miliar pada 2024 menjadi Rp50,63 miliar pada 2025 atau bertambah sekitar Rp9,22 miliar.

Dalam dunia akuntansi, aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan, mulai dari kas, piutang, persediaan, tanah, bangunan hingga aset lainnya yang memiliki nilai ekonomi.

Kenaikan aset Varia Niaga terutama ditopang oleh bertambahnya nilai aset tetap yang naik dari Rp27,94 miliar menjadi Rp36,46 miliar.

Perusahaan juga mulai mencatat aset pajak tangguhan sebesar Rp952 juta, yang belum ada pada laporan tahun sebelumnya.

 

Kas Naik Dua Kali Lipat

Likuiditas perusahaan juga terlihat membaik.

Saldo kas dan setara kas meningkat cukup signifikan dari Rp1,51 miliar menjadi Rp3,69 miliar.

Artinya, dana tunai yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasional sehari-hari meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, piutang usaha justru turun dari Rp9,15 miliar menjadi Rp4,98 miliar.

Penurunan piutang ini dapat menunjukkan berkurangnya tagihan yang belum dibayar pelanggan, meski penyebab pastinya tetap perlu dikonfirmasi kepada manajemen perusahaan.

Cadangan kerugian piutang juga turun dari Rp3,30 miliar menjadi Rp1,18 miliar.

Kondisi positif lainnya terlihat dari sisi liabilitas atau kewajiban perusahaan.

Total liabilitas turun dari Rp24,21 miliar menjadi Rp23,31 miliar.

Sebagian besar kewajiban masih berasal dari utang usaha sebesar Rp21,54 miliar, yakni utang kepada pemasok barang maupun jasa.

Namun dibandingkan tahun sebelumnya, perusahaan sudah tidak lagi memiliki utang bank sebesar Rp200 juta maupun utang lainnya sebesar Rp100,9 juta.

Sementara itu, perusahaan mulai mencatat imbalan kerja sebesar Rp294 juta, yang sebelumnya belum muncul dalam laporan keuangan.

Laba Tetap Tembus Rp10 Miliar

Perumda Varia Niaga juga masih mampu mempertahankan kinerja usahanya.

Sepanjang 2025 perusahaan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp10,12 miliar.

Nilai tersebut memang sedikit lebih rendah dibandingkan laba tahun 2024 yang mencapai Rp10,51 miliar, atau turun sekitar Rp383 juta.

Meski demikian, capaian tersebut menunjukkan perusahaan tetap mampu menghasilkan keuntungan di tengah ekspansi bisnis yang mulai merambah sektor properti.

Keuntungan tersebut juga membantu memperbaiki kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Akumulasi rugi tahun-tahun sebelumnya berkurang dari minus Rp35,28 miliar menjadi minus Rp24,78 miliar, yang berarti sebagian kerugian masa lalu berhasil ditutup melalui laba yang diperoleh pada 2025.

Kekayaan Bersih Ikut Meningkat

Perbaikan kinerja keuangan juga tercermin dari meningkatnya ekuitas, yaitu selisih antara aset dan seluruh kewajiban perusahaan.

Pada akhir 2025, total ekuitas Perumda Varia Niaga mencapai Rp27,32 miliar, naik dari Rp17,20 miliar pada tahun sebelumnya.

Artinya, nilai kekayaan bersih perusahaan meningkat sekitar Rp10,12 miliar.

Secara sederhana, semakin besar ekuitas menunjukkan posisi keuangan perusahaan semakin kuat karena nilai aset yang dimiliki lebih besar dibandingkan seluruh kewajibannya. (pra)

 

 

Tag

MORE