Hasil penjualan di setiap kegiatan dapat mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta, tergantung pada jumlah pengunjung dan lokasi pelaksanaan bazar.
Direktur Utama Perumda Manuntung Sukses, Andi Sangkuru, menjelaskan bahwa pelaksanaan Bazar GeSit merupakan bentuk konkret kolaborasi antara BUMD dan Disdag dalam menjaga kemampuan beli masyarakat.
“Program ini adalah langkah konkret pemerintah kota dalam memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil sekaligus mendukung pengendalian inflasi di tingkat lokal,” ucapnya.
Selain menerima pembayaran tunai, masyarakat juga bisa bertransaksi menggunakan QRIS sebagai bagian dari upaya mendukung penerapan sistem pembayaran digital di Balikpapan.
Pelaksanaan Bazar GeSit bersifat fleksibel dan akan terus berpindah lokasi di berbagai titik agar seluruh warga dapat merasakan manfaatnya secara merata.
Untuk memperoleh informasi jadwal terbaru, masyarakat dapat memantau akun media sosial resmi @manuntung_mart atau menghubungi pihak kelurahan masing-masing.
Dengan kerja sama berkelanjutan antara Disdag dan Perumda Manuntung Sukses, Pemerintah Kota Balikpapan berharap inisiatif ini dapat terus berjalan serta memberikan dampak positif bagi kestabilan ekonomi dan ketersediaan bahan pokok di kota tersebut. (adv)
Tag



