Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M Ari Wibawanto, menegaskan bahwa Jack kini menjalani rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam.
“Jack adalah salah satu orangutan yang kita ambil dari masyarakat setelah mendapat laporan. Saat ini direhabilitasi agar sehat dan kelak bisa dilepasliarkan kembali,” ujar Ari.
Menurutnya, tujuan utama rehabilitasi adalah memastikan kondisi kesehatan dan kemampuan liar orangutan kembali pulih sebelum dilepas ke habitat alaminya.
“Kami berharap ke depan Jack dapat dilepasliarkan di lokasi pelepasliaran yang terpantau,” pungkasnya.
Alarm Kerusakan Habitat
Kasus ditemukannya bayi orangutan di kebun sawit kembali menjadi alarm keras kerusakan habitat dan konflik satwa-manusia di Kalimantan Timur.
Perlu pengawasan lebih ketat agar ruang hidup satwa dilindungi tidak terus terdesak oleh aktivitas perkebunan dan industri. (pra)
Konten diproduksi oleh Jurnalis Peduli Satwa di Kalimantan Timur. Berkolaborasi dengan Arusbawah.co
- Hannes, Bayi Orang Utan yang Sedang Belajar Pulang ke Hutan
- Lutung Kutai: Primata Langka yang Selamat Berkat Kearifan Adat Wehea
- Terekam Kamera Trap: Burung Kuau Kalimantan Menari di Lantai Hutan
- Ruang Hidup Terakhir Badak Kalimantan Terancam Aktivitas Pencari Gaharu di Mahakam Ulu
- Popi Akhirnya Pulang! 9 Tahun Direhabilitasi, Orangutan Kalimantan Ini Kini Hidup Bebas di Alam
Tag




