Setelah laporan diterima, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur segera menindaklanjuti temuan tersebut.
Jack kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada CAN untuk menjalani perawatan intensif.
Paulinus menjelaskan, setelah menjalani perawatan medis, kondisi Jack menunjukkan perkembangan signifikan.
“Demamnya sudah menurun, nafsu makan buah dan minum susu stabil. Luka di telapak tangan dan kaki mulai sembuh, dan hasil pemeriksaan darah menunjukkan tidak ada kelainan,” jelasnya.
Pemeriksaan feses juga tidak menemukan adanya infeksi parasit.
Mulai Beradaptasi di Playground Orangutan
Saat ini, Jack sudah mulai diperkenalkan ke playground dan berinteraksi dengan dua orangutan lain bernama Hannes dan Lukas.
Meski masih terlihat cenderung menyendiri, perilaku tersebut dinilai normal untuk bayi orangutan yang baru diselamatkan.
“Bagi animal keeper, ini justru pertanda baik. Jack mulai menyesuaikan diri dan tidak lagi takut dengan manusia,” kata Paulinus.




