Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi kreatif sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kota.
“Workshop ini kami selenggarakan untuk mendorong para pelaku kreatif, khususnya di bidang kriya, agar terus berinovasi. Budaya lokal tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga dapat memberi nilai ekonomi nyata bagi masyarakat,” jelas Ratih.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif dengan investor atau komunitas seni.
Disporapar berharap, Workshop Kriya “Kreasi Budaya” dapat menjadi agenda rutin yang memperkuat jejaring kreator, meningkatkan daya saing, sekaligus mengangkat kekayaan budaya Kota Balikpapan.
Upaya ini diyakini mampu membuka peluang usaha baru, memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya lokal, serta menumbuhkan semangat inovasi bagi generasi muda yang ingin berkarya.
Dengan rangkaian program edukatif dan pameran yang lengkap, Workshop Kriya Balikpapan 2025 menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan, menciptakan nilai budaya sekaligus peluang ekonomi yang berkelanjutan.
(adv)
Tag



