CELIOS menilai bahwa penilaian negatif terhadap para pejabat tersebut muncul karena lemahnya transparansi kebijakan publik, rendahnya efektivitas program kementerian, serta minimnya inovasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Evaluasi Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran
Dalam laporan yang sama, CELIOS memberikan nilai keseluruhan 3 dari 10 untuk kinerja kabinet Prabowo–Gibran pada tahun pertama pemerintahannya.
Beberapa indikator yang menjadi sorotan meliputi janji politik yang belum terealisasi penuh (56%), kebijakan publik yang belum sesuai kebutuhan masyarakat (80%), dan pengelolaan anggaran yang masih kurang transparan (81%).
Lembaga ini juga menyoroti masih lemahnya penegakan hukum (75%), serta meningkatnya persepsi publik terhadap moral hazard dan kinerja menteri yang tidak efektif.
Seruan untuk Evaluasi dan Perombakan Kabinet
CELIOS merekomendasikan agar pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para pejabat yang dinilai tidak memenuhi target kerja.
Reshuffle dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan baru Prabowo–Gibran.
“Rapor ini bukan sekadar kritik, tapi juga bentuk dorongan agar pemerintah lebih responsif dan berani melakukan koreksi arah kebijakan,” tulis CELIOS dalam laporan tersebut. (pra)
- Tunjangan Perumahan DPRD Kaltim Rp30 Juta/Bulan, Warisan Era Awang Faroek, Isran, atau Pergub Baru Rudy Mas’ud?
- CELIOS Minta Fatwa MUI soal Penghasilan Menteri - Wakil Menteri Rangkap Jabatan! Halal, Syubhat atau Haram?
- Transisi Energi di Kaltim: Antara Target Ambisius dan Ketergantungan pada Batu Bara




