Arus Publik

Arahan Gubernur Rudy, Plt Kadispora Kaltim Mau Pindahkan Lampu Stadion Palaran ke Segiri, Anggarannya Berapa?

PERTANDINGAN - Suasana pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda/ARUSBAWAH.CO

Menurutnya, komitmen itu juga telah disampaikan kepada Wali Kota Samarinda mengingat Stadion Segiri merupakan kandang Borneo FC yang akan menghadapi kompetisi domestik dan internasional pada musim ini.

"Saya sudah bicara dengan Pak Wali Kota. Prinsipnya tidak ada masalah. Dalam rangka mendukung Borneo FC untuk liga maupun AFC, pemerintah kota siap mendukung sepenuhnya. Tinggal mekanisme yang harus kita sinkronkan," kata Muslimin, Selasa (30/6/2026) lalu.

Meski demikian, ia mengingatkan pemindahan lampu bukan pekerjaan sederhana.

Pemerintah tidak bisa hanya membongkar lampu dari Stadion Palaran lalu langsung memasangnya di Stadion Segiri tanpa perhitungan yang matang.

Menurut Muslimin, ada banyak aspek teknis yang harus dipastikan lebih dahulu. 

Mulai dari kekuatan struktur tiang lampu Stadion Segiri, spesifikasi dan bobot lampu yang akan dipasang, kesesuaian dudukan lampu, hingga kemampuan instalasi kelistrikan menerima sistem baru.

"Paling penting jangan sampai kita langsung memindahkan tanpa ada kajian teknis," tegasnya.

Ia menjelaskan, pencahayaan Stadion Segiri saat ini memang masih berada di bawah standar.

Lampu yang terpasang baru menghasilkan sekitar 1.000 lux, sedangkan kebutuhan pertandingan berada pada kisaran 1.500 hingga 1.600 lux.

Kekurangan itulah yang mendorong munculnya opsi memanfaatkan lampu dari Stadion Palaran.

Namun, menurutnya, setiap jenis lampu memiliki karakteristik yang berbeda. 

Perbedaan merek, dimensi, berat, hingga spesifikasi teknis dapat memengaruhi beban yang harus ditanggung struktur tiang lampu.

Karena itu, seluruh perhitungan harus dilakukan secara detail agar tidak menimbulkan risiko terhadap konstruksi stadion.

"Jangan sampai nanti bobot lampu yang dipindahkan terlalu berat. Karena beda merek, beda produksi, beda spesifikasi. Kalau tidak dihitung benar-benar, bisa berakibat pada kekuatan tiangnya," ujarnya.

Muslimin bahkan mengingatkan kemungkinan terburuk apabila pemasangan dilakukan tanpa kajian teknis yang memadai.

"Jangan sampai nanti tiangnya roboh. Itu yang harus dihindari," katanya.

Selain persoalan struktur, ia juga menyoroti pentingnya pemeriksaan terhadap sistem kelistrikan di kedua stadion.

Menurutnya, belum tentu instalasi yang digunakan di Stadion Palaran dapat langsung dipasang dan berfungsi di Stadion Segiri.

Mulai dari panel listrik, jaringan kabel, distribusi daya hingga kebutuhan daya listrik harus dipastikan kompatibel agar sistem penerangan dapat bekerja optimal setelah dipindahkan.

"Harus dicek apakah instalasinya nyambung atau tidak. Kabelnya bagaimana, sistemnya bagaimana. Semua harus dianalisis dulu," ujar Muslimin.

(raf)

 

Tag

MORE