ARUSBAWAH.CO - Wacana memindahkan lampu Stadion Palaran ke Stadion Segiri untuk memenuhi standar pencahayaan pertandingan kandang Borneo FC tak bisa langsung direalisasikan.
Meski menjadi salah satu opsi tercepat agar Stadion Segiri memenuhi syarat menggelar kompetisi Super League dan AFC mulai September mendatang, pemerintah masih harus menuntaskan sejumlah kajian teknis sebelum proses pemindahan dilakukan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Samarinda saat ini masih membahas berbagai aspek, mulai dari kekuatan tiang penyangga lampu di Stadion Segiri, kesesuaian instalasi kelistrikan di kedua stadion, hingga kebutuhan anggaran untuk pembongkaran, pemindahan, pemasangan kembali, serta pengadaan lampu tambahan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan rencana pemindahan sistem lampu Stadion Palaran ke Stadion Segiri terus berproses.
Sebanyak 124 unit lampu dengan total bobot sekitar 4,4 ton disiapkan dipindahkan untuk memenuhi standar pencahayaan 1.800 lux yang menjadi syarat penyelenggaraan Super League dan kompetisi AFC.
Saat ini prosesnya masih berada pada tahap kajian teknis yang melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Dinas PUPR, tim teknis PSSI hingga pihak Philips yang sebelumnya menangani sistem pencahayaan Stadion Palaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kaltim yang ingin memastikan Stadion Segiri memenuhi seluruh persyaratan agar dapat menjadi kandang Borneo FC pada kompetisi musim depan.
"Posisi lampu saat ini di Stadion Segiri berdasarkan informasi yang kami terima baru sekitar 935 lux. Sementara syarat mutlak yang ditetapkan Super League dan AFC adalah 1.800 lux," kata Rasman, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, kondisi kemampuan keuangan daerah menjadi alasan pemerintah memilih memanfaatkan aset yang telah dimiliki dibanding harus membeli perangkat penerangan baru.
"Dengan kondisi keuangan kita yang lagi tidak aman, maka kita ingin mencoba agar lampu dari Stadion Palaran itu kita pindahkan ke Stadion Segiri," ujarnya.
Rasman memastikan keputusan memindahkan lampu dari Stadion Palaran sudah ditetapkan. Lampu tersebut dinilai masih layak dan telah memenuhi standar pencahayaan yang dipersyaratkan AFC.
"Sudah kita putuskan, lampu dari Palaran kita pindah," tegasnya.
Namun demikian, sebelum pekerjaan dilakukan, pemerintah terlebih dahulu memastikan seluruh aspek teknis benar-benar aman.
Selama beberapa hari terakhir, tim telah melakukan analisis, menyusun rencana anggaran biaya (RAB), sekaligus menghitung berbagai kebutuhan teknis sebelum pekerjaan dimulai.
"Analisanya sudah kita dapatkan, tinggal bagaimana action di lapangan," ucapnya.
Berat Lampu Dihitung Detail
Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah kemampuan struktur Stadion Segiri menahan beban lampu baru.
Lampu yang akan dipindahkan dari Stadion Palaran berjumlah 124 unit.
Masing-masing memiliki bobot sekitar 36 kilogram, termasuk perangkat power supply atau box kelistrikannya.
Dengan demikian, total berat sistem lampu yang akan dipasang mencapai sekitar 4.464 kilogram atau hampir 4,5 ton.
Sebagai pembanding, lampu yang saat ini terpasang di Stadion Segiri berjumlah 144 unit dengan berat sekitar 32 kilogram per unit atau memiliki total bobot sekitar 4.608 kilogram.
Berdasarkan perhitungan awal tersebut, Rasman menilai beban yang akan diterima struktur stadion tidak jauh berbeda.
"Kalau dari sisi kapasitas beratnya insyaallah tidak masalah. Tapi tetap kita harus kaji ulang sebagai bentuk kehati-hatian. Jangan sampai kita ingin menyelesaikan masalah malah tambah masalah," katanya.
Libatkan Philips, PUPR hingga PSSI
Kajian teknis tidak hanya dilakukan oleh Dispora Kaltim.
Tag



