Kemudian belanja hibah sebesar Rp134,19 miliar dan bantuan sosial sebesar Rp560 juta.
Komposisi tersebut menunjukkan sebagian besar anggaran daerah masih digunakan untuk menopang aktivitas pemerintahan sehari-hari, mulai dari pembayaran gaji dan tunjangan aparatur hingga operasional perangkat daerah.
Infrastruktur Masih Fokus pada Jalan dan Jaringan
Di sektor pembangunan, alokasi terbesar dalam belanja modal diarahkan untuk pembangunan jalan, jaringan, dan irigasi.
Nilainya mencapai Rp393,41 miliar atau lebih dari 82 persen dari total belanja modal.
Sementara belanja modal peralatan dan mesin tercatat sebesar Rp50,49 miliar.
Kemudian belanja gedung dan bangunan sebesar Rp11,60 miliar serta belanja aset tetap lainnya sebesar Rp21,65 miliar.
Besarnya alokasi pada sektor jalan dan jaringan menunjukkan pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi fokus utama pemerintah kota pada tahun anggaran 2026.
Pendapatan Transfer Masih Mendominasi
Dari sisi pendapatan, APBD Samarinda masih ditopang oleh transfer dari pemerintah pusat dan antar daerah.
Pendapatan transfer tercatat sebesar Rp1,94 triliun atau sekitar 61 persen dari total pendapatan daerah.
Tag



