ARUSBAWAH.CO - Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel mengaku akan terus mengawal proses pembangunan jalan di Kutai Barat (Kubar) - Mahakam Ulu (Mahulu).
Pada 2025 ini, total sekitar Rp 206 Miliar sudah dianggarkan Pemprov Kaltim untuk pembangunan jalan di Tering menuju Ujoh Bilang.
Jalan tersebut menghubungkan Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Dilihat pada SIRUP DPUPR Kaltim, ada 4 proyek untuk pembangunan jalan tersebut, dengan masing-masing anggaran yang berbeda.
Yakni:
- Pembangunan Jalan Tering - Ujoh Bilang 1
Rp 53,445,600,000 - Pembangunan Jalan Tering - Ujoh Bilang 2
Rp 53,445,600,000 - Pembangunan Jalan Tering - Ujoh Bilang 3 (Pergeseran)
Rp 48,989,692,081 - Pembangunan Jalan Tering - Ujoh Bilang 4 (Pergeseran)
Rp 51,273,360,000
Selain itu, ada pula pembangunan untuk pengadaan Jembatan Ruas Jalan Ujoh Bilang - Long Bagun - Long Pahangai dengan pagu anggaran Rp 12,731,000,000
“Pemprov Kaltim sudah menunjukkan keseriusannya dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 206 miliar dalam APBD 2025. Dana itu digunakan untuk membiayai pembangunan jalan sepanjang 28,175 kilometer, yang akan menggunakan konstruksi rigid beton untuk menjamin ketahanan infrastruktur di kawasan dengan tantangan geografis tinggi,” ucap Ekti Imanuel dalam keterangan persnya kepada redaksi Arusbawah.co diterima pada Kamis (04/12/2025).
Di 2026, ia harap, Pemprov - Pemda bisa terus berkolaborasi untuk terus melanjutkan pembangunan jalan, agar tak hanya terhenti di sepanjang 28 km. Meskipun adanya pemangkasan APBD dari Rp 21 Triliun di 2025 menjadi hanya Rp 15,15 Triliun di 2026, rencana pembangunan untuk jalan di Kubar-Mahulu disebutnya tak boleh setop.
Ia sebut, ada opsi penganggaran dari APBN, yakni skema multiyears (MYC) 2025–2027 senilai sekitar Rp 450 miliar untuk penanganan 20 kilometer tambahan.
Sisa 15 kilometer lainnya direncanakan ditangani melalui APBD 2026 atau skema MYC lanjutan dari APBN 2026–2028.
"Kami harap ini bisa berkesinambungan, karena akan membuka keterisolasian di sana," ucapnya.
Ekti menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan telah menjadi kebutuhan mendesak, mengingat masih banyak desa yang terisolasi dan sulit dijangkau.
“Jalan yang baik adalah pintu gerbang kesejahteraan. Begitu akses dibuka, ekonomi bergerak, layanan publik lebih mudah, dan masyarakat punya peluang baru,” ujar Ekti Imanuel.
Dampak Ekonomi: Distribusi Lancar, Investasi Bisa Masuk, UMKM Tumbuh
Menurut Ekti, pembangunan jalan di Kubar dan Mahulu akan membawa perubahan besar bagi sektor ekonomi.
Ia menjelaskan tiga dampak utama:
1. Percepatan distribusi barang dan jasa
Jalan yang terbangun membuat logistik lebih efisien. Produk pertanian, perkebunan, dan hasil hutan dari pedalaman bisa lebih cepat masuk ke pasar regional maupun nasional.
2. Peningkatan investasi
Infrastruktur yang baik menjadi magnet bagi investor, mulai dari sektor perkebunan, industri pengolahan, hingga pariwisata.
3. Pertumbuhan UMKM
Biaya transportasi yang menurun akan membantu pedagang lokal dan UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.
Dampak Sosial: Akses Publik Meningkat, Isolasi Berkurang

Ekti menegaskan bahwa dampak sosial dari pembangunan jalan tidak kalah pentingnya.
Warga pedalaman dapat menjangkau fasilitas kesehatan, sekolah, dan layanan
Selain itu, ia sebut bahwa desa-desa yang sebelumnya terputus dari pusat kecamatan kini bisa terhubung lebih cepat, meningkatkan mobilitas dan interaksi sosial.
Pembangunan jalan menyerap tenaga kerja konstruksi, sementara aktivitas ekonomi baru membuka lapangan kerja tambahan di sektor jasa, logistik, hingga perdagangan.
Ekti juga menyoroti potensi pariwisata di Kubar dan Mahulu yang selama ini terkendala akses.
“Dengan jalan yang baik, wisatawan bisa mencapai sungai, danau, dan kawasan hutan yang selama ini sulit dijangkau. Ini momentum bagi ekonomi lokal,” tegasnya.
Yang tak kalah penting adalah soal disparitgas harga yang disebutnya akan membaik seiring dengan pembangunan jalan.
Akses yang membaik diperkirakan meningkatkan kunjungan ke objek wisata seperti Sungai Mahakam, Danau Semayang, kawasan konservasi, serta desa-desa wisata di pedalaman.
Dampak Jangka Panjang: Integrasi Wilayah dan Peningkatan Kesejahteraan
Secara jangka panjang, Ekti menilai bahwa pembangunan jalan akan menjadi pondasi integrasi wilayah Kubar–Mahulu dengan pusat ekonomi Kalimantan Timur.
Jika akses semakin terbuka, kualitas hidup masyarakat meningkat melalui perdagangan yang lebih lancar, akses pendidikan yang lebih luas, dan pelayanan kesehatan yang lebih cepat.
“Pembangunan jalan ini adalah investasi masa depan. Manfaatnya akan dirasakan seluruh generasi,” tutup Ekti. (sobizz/pra)
- Dua Kejahatan Kredit Fiktif Bank di Kalimantan Dibongkar Polisi! Tersangkanya Ada Kepala Cabang - Pengusaha Properti
- Polisi Ungkap Soal Tersangka Kredit Fiktif, Bankaltimtara Tegaskan Komitmen Penegakan Aturan
- Ribuan Lubang Tambang belum Direklamasi di Kaltim Diucapkan Depan Menteri, Syafruddin: AMDAL Diperketat




