Ekti menegaskan bahwa dampak sosial dari pembangunan jalan tidak kalah pentingnya.
Warga pedalaman dapat menjangkau fasilitas kesehatan, sekolah, dan layanan
Selain itu, ia sebut bahwa desa-desa yang sebelumnya terputus dari pusat kecamatan kini bisa terhubung lebih cepat, meningkatkan mobilitas dan interaksi sosial.
Pembangunan jalan menyerap tenaga kerja konstruksi, sementara aktivitas ekonomi baru membuka lapangan kerja tambahan di sektor jasa, logistik, hingga perdagangan.
Ekti juga menyoroti potensi pariwisata di Kubar dan Mahulu yang selama ini terkendala akses.
“Dengan jalan yang baik, wisatawan bisa mencapai sungai, danau, dan kawasan hutan yang selama ini sulit dijangkau. Ini momentum bagi ekonomi lokal,” tegasnya.
Yang tak kalah penting adalah soal disparitgas harga yang disebutnya akan membaik seiring dengan pembangunan jalan.
Akses yang membaik diperkirakan meningkatkan kunjungan ke objek wisata seperti Sungai Mahakam, Danau Semayang, kawasan konservasi, serta desa-desa wisata di pedalaman.
Dampak Jangka Panjang: Integrasi Wilayah dan Peningkatan Kesejahteraan
Secara jangka panjang, Ekti menilai bahwa pembangunan jalan akan menjadi pondasi integrasi wilayah Kubar–Mahulu dengan pusat ekonomi Kalimantan Timur.
Jika akses semakin terbuka, kualitas hidup masyarakat meningkat melalui perdagangan yang lebih lancar, akses pendidikan yang lebih luas, dan pelayanan kesehatan yang lebih cepat.
“Pembangunan jalan ini adalah investasi masa depan. Manfaatnya akan dirasakan seluruh generasi,” tutup Ekti. (sobizz/pra)
- Dua Kejahatan Kredit Fiktif Bank di Kalimantan Dibongkar Polisi! Tersangkanya Ada Kepala Cabang - Pengusaha Properti
- Polisi Ungkap Soal Tersangka Kredit Fiktif, Bankaltimtara Tegaskan Komitmen Penegakan Aturan
- Ribuan Lubang Tambang belum Direklamasi di Kaltim Diucapkan Depan Menteri, Syafruddin: AMDAL Diperketat
Tag




