Belanja barang dan jasa mencakup biaya operasional harian pemerintah daerah, seperti listrik, air, internet, perjalanan dinas, pemeliharaan gedung, jasa konsultan, hingga berbagai kegiatan pelayanan publik.
Belanja Modal Anjlok Lebih dari Setengah
Pemotongan paling dalam terjadi pada belanja modal.
Dari Rp2,65 triliun pada 2025, belanja modal anjlok menjadi Rp1,14 triliun pada 2026.
Penurunannya mencapai Rp1,5 triliun, atau sekitar 56,86 persen.
Padahal, belanja modal menjadi tulang punggung pembangunan daerah mulai dari jalan, jembatan, sekolah, puskesmas, hingga infrastruktur dasar lainnya.
Belanja Lainnya Juga Menyusut
Sementara itu, belanja lainnya juga ikut menyusut.
Pada 2025, belanja ini sebesar Rp619 miliar, lalu turun menjadi Rp411 miliar pada 2026.
Penurunannya mencapai Rp207 miliar atau 33,52 persen.
Pos ini biasanya digunakan untuk bantuan keuangan ke desa, hibah, bantuan sosial, serta dana darurat bencana.
(wan)
Tag




