“Yang kita kejar bukan sekadar serapan tinggi, tapi juga kebermanfaatan. Kalau ada anggaran yang tampak mengendap, segera cari solusinya, apakah perlu digeser ke program lain yang lebih mendesak,” tegas Norhayati.
Selain fokus pada evaluasi anggaran, Norhayati juga menekankan pentingnya penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2026 yang matang dan terukur.
Ia meminta setiap bagian menyusun jadwal kegiatan secara detail, agar potensi kegiatan yang berisiko tak terlaksana bisa diidentifikasi sejak awal.
“Kita butuh perencanaan yang realistis dan berbasis pada kapasitas nyata. Maka dari itu, tiap program harus punya timeline yang jelas, supaya sejak awal kita tahu mana yang benar-benar bisa dijalankan hingga tuntas,” ujarnya.
Rapat ini menjadi bagian dari strategi proaktif Sekretariat DPRD Kaltim dalam menindaklanjuti arahan Gubernur Kaltim, sekaligus memperkuat kesiapan institusi dalam mendukung agenda-agenda strategis kedewanan di masa mendatang. (adv)
Tag



