ARUSBAWAH.CO - Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda sebenarnya sudah rampung secara fisik. Bangunan utama berdiri lengkap, fasilitas pendukung siap digunakan, dan aktivitas perdagangan pun dapat segera berjalan.
Namun Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa peresmian belum bisa dilakukan karena pemerintah ingin merapikan sistem administrasi pasar yang selama ini dinilai belum tertata rapi.
Bukan Konstruksi, tapi Tata Kelola yang Jadi Fokus
Menurut Andi Harun, jeda peresmian bukan disebabkan kendala teknis pembangunan.
Dua pekerjaan tambahan—koridor penghubung Pasar Pagi–Citra Niaga hingga Masjid Darussalam serta pemasangan saluran air dan crossing Jalan Ke Haji Khalid—tidak menjadi penghambat operasional.
Begitu pula pagar baru di Jalan Pandai yang hanya berfungsi mengatur arus logistik.
“Secara teknis pasar sudah bisa beroperasi. Tapi ada celah tata kelola yang selama ini membuat lapak bisa dialihkan berkali-kali seolah itu milik pribadi. Padahal asetnya milik pemerintah. Ini yang harus kita hentikan,” tegas Andi Harun.
Pemkot Tidak Ingin Mengulang Pola Lama
Selama lebih dari dua dekade, Pasar Pagi menjadi kawasan yang rawan percaloan dan praktik pengalihan kios tanpa dasar hukum.
Pemerintah ingin memutus mata rantai tersebut sebelum pasar kembali dibuka untuk pedagang.
Tag



