ARUSBAWAH.CO - Longsoran tanah di lereng inlet Terowongan Selili, Selasa pagi (13/5/2025) sekitar pukul 09.17 Wita, mengejutkan warga Samarinda.
Peristiwa itu terekam dalam video amatir dan cepat viral di media sosial Instagram.
Publik pun berspekulasi, mempertanyakan kualitas dan keamanan proyek bernilai ratusan miliar rupiah tersebut.
Longsor terjadi di sisi luar dinding inlet, tepatnya di penghubung antara Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap.
Sejumlah warga menyebut konstruksi terowongan terancam, namun Wali Kota Samarinda Andi Harun dengan tegas membantah hal itu.
“Terowongan itu secara struktur aman. Yang longsor hanya bagian luar penahan sementara. Itu belum dibangun permanen karena baru dilelang tahun ini. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Andi Harun saat diwawancara redaksi Arusbawah.co, pada Kamis (15/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa fokus pembangunan di tahap sebelumnya adalah menyelesaikan struktur utama terowongan.
Adapun penguatan inlet dan outlet baru dimasukkan dalam APBD 2025 dan kini dalam proses lelang.
“Pekerjaan utama, yaitu terowongannya, sudah rampung dan tidak ada retakan atau kerusakan. Penguatan inlet dan outlet baru masuk tahun ini. Bisa dicek langsung di LPSE,” tegasnya.
Proyek Terowongan Selili merupakan salah satu proyek besar Pemkot Samarinda, yang mulai dikerjakan sejak Januari 2023.
Tag



