ARUSBAWAH.CO - Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam penyusunan rencana pembangunan harus benar-benar diwujudkan dalam bentuk aksi nyata, bukan hanya berhenti di tataran slogan.
Pernyataan itu disampaikan Andi Harun saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalimantan Timur 2025–2029, yang digelar di Pendopo Odah Etam, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (5/5/2025).
“Sinergi itu enak didengar, tapi kalau tidak diikuti pertemuan teknis yang konkret, ya cuma jadi jargon,” tegasnya.
Ia juga menanggapi arah kebijakan pembangunan provinsi yang menekankan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar, serta mendorong transformasi ekonomi menuju ekonomi hijau dan biru berbasis sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan UMKM.
Namun, ia memberi catatan khusus soal efisiensi anggaran. Andi mengakui target efisiensi 70 persen yang diusung provinsi cukup ambisius, namun perlu dipertimbangkan dampaknya di tingkat kota.
“Kalau diterapkan secara kaku, bisa memperlambat perputaran uang di masyarakat dan memicu inflasi. Ini harus dihitung cermat,” katanya.
Tag



