ARUSBAWAH.CO - Permasalahan banjir yang kian memburuk dan infrastruktur dasar yang tak kunjung membaik di Kota Samarinda kembali mendapat sorotan dari legislatif.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyayangkan belum adanya langkah terpadu dan strategis dalam mengatasi persoalan klasik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini.
Ananda menilai lemahnya koordinasi antara pemerintah kota dan provinsi menjadi akar persoalan yang menghambat hadirnya solusi jangka panjang.
Ia menegaskan bahwa pendekatan penanganan banjir masih bersifat reaktif, bukan preventif.
“Persoalan banjir bukan sekadar soal genangan air. Yang krusial adalah absennya langkah terintegrasi yang benar-benar menyasar akar masalah. Drainase tersumbat, jalan rusak, dan infrastruktur yang minim pemeliharaan adalah bukti lemahnya manajemen tata kota,” ungkapnya.
Ananda juga menekankan pentingnya menjadikan suara masyarakat sebagai fondasi dalam menyusun program prioritas pembangunan.
Baginya, aspirasi warga seharusnya menjadi kompas arah kebijakan.
Tag



