ARUSBAWAH.CO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan bahwa megathrust terletak jauh dari Benua Etam.
"Megathrust ada di Selat Sunda dan sisi barat Sumatera. Jadi jauh dari Kaltim," kata Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Agus Tianur, saat diwawancarai oleh awak media Arusbawah.co melalui sambungan telepon, Kamis (22/8/2024).
Diketahui, isu ini sempat heboh di kancah nasional. Apalagi, hal ini langsung dilontarkan oleh Badan Meteorologi klimatologi, dan Geofisika pada beberapa waktu lalu.
Dalam keterangannya, BMKG mengingatkan ada dua zona gempa megathrust yakni megathrust Selat Sunda, dan megathrust Mentawai-Siberut. Dengan potensi seismic gap di megathrust Selat Sunda diperkirakan mencapai magnitudo 8,7 sedangkan di Mentawai-Siberut capai magnitudo 8,9.
Sebagai informasi, seismic gap merupakan daerah yang memiliki potensi tinggi terjadinya gempa besar karena sudah lama tidak mengalami gempa.
Menurut Agus, masyarakat Kaltim pada umumnya sudah memahami kalau Kaltim memang terletak jauh dari pusat megathrust.
Karenanya, Pulau Kalimantan memang tak dilalui jalur pegunungan berapi. Kemudian, jumlah struktur sesar aktif di Kalimantan tergolong sangat sedikit dibandingkan dengan pulau lain di Indonesia.
Sesar aktif dapat diartikan sebagai retakan besar pada lapisan bumi yang masih sering bergerak. Sehingga, gerakan inilah yang menyebabkan terjadinya gempa.
"Dalam sejarahnya (Kaltim,red) tidak pernah terjadi gempa bumi," ujarnya.
Saat ditanya mengenai gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,9 yang sempat mengguncang kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara pada Rabu (21/8/2024) kemarin, pukul 08.01 Wita. Yang mana, dampaknya dapat dirasakan hingga ke Kabupaten Berau, juga turut diresponnya.
"Kalau untuk dampak geteran dari gempa itu umum terjadi di Kalimantan," tutup Agus. (nit)




