Pemprov Kaltim kini merevitalisasi 13 ribu hektare lahan baku sawah, dengan target mengembalikan total LBS ke angka 46 ribu hektare. Pemerintah pusat pun memperketat aturan, melarang ekspansi sawit di atas lahan baku sawah.
“Kalau sudah ditetapkan sebagai LBS, tidak bisa lagi dialihfungsikan sembarangan,” tegas Yana.
Namun tantangan tetap ada. Untuk komoditas seperti kedelai, produksi lokal nyaris tidak tersedia dalam skala industri.
Harga Terkendali, Tapi Tetap Waspada
Hingga 11 Desember 2025, harga pangan strategis di Kaltim relatif terkendali.
Beras medium berada di kisaran Rp14.500, cabai rawit merah Rp74.200, telur ayam ras Rp32.500, dan MinyaKita Rp18.400.
Bagi Yana, stabilitas ini rapuh jika tidak dijaga bersama.
“Tanpa data neraca yang jelas, intervensi harga, perlindungan lahan, dan distribusi yang konsisten, gejolak bisa muncul kapan saja,” pungkasnya.
Di tengah naik-turunnya harga nasional, 482 gelaran pangan murah sepanjang 2025 menjadi bukti bahwa stabilitas pangan Kaltim bukan sekadar wacana—melainkan kerja panjang yang menyentuh langsung meja makan warga. (isa)
Tag




