ARUSBAWAH.CO - Produksi kelapa sawit Indonesia masih sangat terkonsentrasi di sejumlah wilayah utama.
Berdasarkan data Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian 2025, sebanyak sembilan provinsi menjadi sentra utama dan secara kumulatif menyumbang 86,80 persen dari total produksi minyak sawit nasional.
Dalam periode 2020–2024, produksi minyak sawit Indonesia bergerak dinamis, dengan total produksi nasional pada 2024 (angka sementara) mencapai 47,47 juta ton, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Tren Produksi Sawit Nasional 2020–2024
Secara nasional, produksi minyak sawit Indonesia tercatat sebagai berikut:
- 2020: 45,74 juta ton
- 2021: 45,12 juta ton
- 2022: 46,82 juta ton
- 2023: 47,08 juta ton
- 2024: 47,47 juta ton
Kenaikan bertahap ini menunjukkan sawit masih menjadi tulang punggung sektor perkebunan nasional, meskipun menghadapi tantangan global, isu lingkungan, dan fluktuasi harga.
Riau Masih Tak Tergoyahkan di Puncak Produksi Sawit
Provinsi Riau konsisten menjadi produsen sawit terbesar nasional selama lima tahun terakhir.
Pada 2024, Riau mencatat produksi 9,37 juta ton, atau 19,73 persen dari total produksi nasional.
Produksi Riau:
- 2020: 8,86 juta ton
- 2021: 8,96 juta ton
- 2022: 8,74 juta ton
- 2023: 9,22 juta ton
- 2024: 9,37 juta ton
Kalimantan Tengah Tempel Ketat di Posisi Kedua
Di posisi kedua, Kalimantan Tengah menyumbang 8,47 juta ton pada 2024 atau 17,85 persen dari total nasional.
Produksi Kalimantan Tengah:
- 2020: 8,07 juta ton
- 2021: 7,28 juta ton
- 2022: 8,36 juta ton
- 2023: 8,46 juta ton
- 2024: 8,47 juta ton
Lonjakan pasca-2021 menunjukkan ekspansi dan pemulihan produktivitas yang signifikan.
Kalimantan Barat dan Sumatera Utara Stabil di Papan Atas
Kalimantan Barat berada di posisi ketiga dengan produksi 5,44 juta ton (11,45 persen) pada 2024, relatif stabil meski sempat turun pada 2021–2022.
Sementara Sumatera Utara mencatat 5,06 juta ton (10,65 persen) pada 2024, menjadikannya salah satu basis sawit tertua yang tetap produktif.
Kalimantan Timur di Lima Besar Nasional
Kalimantan Timur menempati posisi kelima nasional dengan produksi 3,94 juta ton pada 2024 atau 8,31 persen.
Produksi Kaltim:
- 2020: 3,72 juta ton
- 2021: 3,75 juta ton
- 2022: 4,10 juta ton
- 2023: 3,85 juta ton
- 2024: 3,94 juta ton
Data ini menunjukkan Kaltim bukan hanya wilayah tambang, tetapi juga aktor penting dalam industri sawit nasional.
Sumatera Selatan, Jambi, dan Sumatera Barat
- Sumatera Selatan: 3,95 juta ton (8,32 persen) pada 2024
- Jambi: 2,23 juta ton (4,70 persen)
- Sumatera Barat: 1,40 juta ton (2,96 persen)
Ketiga provinsi ini memperkuat dominasi Sumatera sebagai lumbung sawit nasional.
Kalimantan Selatan Lengkapi 9 Provinsi Sentra Sawit
Kalimantan Selatan menyumbang 1,34 juta ton pada 2024 atau 2,82 persen, melengkapi sembilan provinsi sentra yang secara kumulatif mencapai 86,80 persen produksi nasional.
Produksi Daerah Lain Tetap Signifikan
Di luar sembilan provinsi utama, kategori provinsi lainnya menyumbang 6,27 juta ton atau 13,20 persen produksi nasional, menunjukkan sawit telah menyebar luas di berbagai wilayah Indonesia.
Sumber:
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin)
Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, 2025
(pra)




