Melalui reses di dapil Balikpapan, ia menerima sejumlah keluhan masyarakat mengenai keterbatasan daya tampung sekolah negeri di wilayah tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa SMA negeri di daerah tersebut hanya bisa menampung sekitar 51 persen lulusan SMP.
“Balikpapan Tengah bahkan tak punya sekolah menengah atas. Lalu, ke mana anak-anak ini harus bersekolah?” ungkapnya.
Menurutnya, zonasi berdampak pada terbatasnya pilihan siswa, terutama bila tidak terdapat sekolah dalam radius kediaman mereka.
Ia turut menyinggung ketimpangan pandangan masyarakat di Samarinda yang masih mengelompokkan sekolah unggulan dan sekolah biasa.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya pemerataan guru berkualitas agar semua sekolah dipandang setara.
Tag



