ARUSBAWAH.CO — Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel, mengatakan sekitar 200 rumah tidak layak huni di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan 300 Mahakam Ulu (Mahulu) bakal direhabilitasi tahun ini lewat program Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Bantuan rehabilitasi itu diberikan setelah Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyetujui program bedah rumah untuk warga di Kubar dan Mahulu saat berkunjung ke Kaltim beberapa waktu lalu.
Kata Ekti Imanuel, seluruh pembiayaan disebut berasal dari APBN.
Politikus dapil Kubar-Mahulu itu mengatakan pemerintah kabupaten nantinya hanya bertugas menyiapkan data siapa-siapa nantinya warga penerima bantuan.
Sedangkan pelaksanaan program berada di bawah pemerintah pusat melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
“APBN semua,” kata Ekti saat ditemui wartawan Arusbawah.co di kantor DPRD Kaltim, Senin (25/5/2026).
Mahulu Disebut Jadi Daerah dengan Persoalan Rumah Tidak Layak Huni Paling Berat
Menurut Ekti Imanuel, persoalan rumah tidak layak huni di kawasan pedalaman Kubar dan Mahulu masih cukup besar.
Bahkan, Mahulu disebutnya menjadi daerah dengan persoalan hunian paling berat di Kaltim.
“Terkait rumah tidak layak huni kita berterima kasih ke kementerian. Karena kalau Kubar-Mahulu itu memang masih sangat banyak, apalagi Mahulu,” ujarnya.




