Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudi Mas’ud (Harum) yang menegaskan bahwa BCC bukan sekadar pesta rakyat, melainkan simbol pelestarian budaya sekaligus penggerak sektor pariwisata berbasis budaya lokal.
“Bontang City Carnival bukan hanya hiburan, tapi juga cerminan jati diri bangsa. Budaya adalah alat pemersatu yang harus kita jaga bersama,” ujar Rudi Mas’ud saat meresmikan acara.
Hadir pula Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Wakil Wali Kota Agus Haris, serta tokoh masyarakat termasuk Andi Sofyan Hasdam, mantan wali kota yang kini menjabat sebagai Ketua Komite I DPD RI.
3. BCC Jadi Motor Ekonomi Kreatif & UMKM Lokal
Selain parade, Bontang City Carnival juga menjadi momentum penggerak ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
Pemerintah kota menjadikan BCC sebagai wadah kolaborasi antara pelaku industri, pengrajin, musisi, dan seniman.
Beragam kegiatan seperti festival band, lomba tari, hingga bazar kuliner lokal turut digelar untuk menghidupkan perekonomian masyarakat. Event ini tidak hanya mendatangkan hiburan, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada publik yang lebih luas.
Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi non-migas Bontang kini mencapai 9,8%, tertinggi di Kalimantan Timur, dan BCC menjadi bagian penting dalam mendorong sektor kreatif menuju masa depan kota yang mandiri dan berdaya saing.




