Arus Daerah

Konservasi Alam

3 Taman Nasional sebagai Konservasi Alam di Kalimantan Barat, Ada yang Punya Gunung!

Konservasi Alam di Kalimantan Barat

Selasa, 12 Agustus 2025 15:10

KONSERVASI ALAM - Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Gunung Palung di Kalimantan Barat (Foto: Instagram @bbtn_bentarum dan @btn_gn_palung)

Taman Nasional Danau Sentarum

Di jantung Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, terbentang Taman Nasional Danau Sentarum, salah satu kawasan konservasi terunik di dunia.

Seluas 130.000 hektare, kawasan Taman Nasional Danau Sentarum didominasi hutan rawa tergenang yang membentuk mosaik sungai besar dan kecil.

Selama sekitar sepuluh bulan dalam setahun, air Sungai Kapuas membanjiri kawasan Taman Nasional Danau Sentarum ini, mengubahnya menjadi hamparan lahan basah seluas lebih dari 120.000 hektare, pemandangan yang jarang dijumpai di belahan dunia manapun.

Secara administratif, Taman Nasional Danau Sentarum mencakup tujuh kecamatan, yaitu Batang Lupar, Badau, Jongkong, Bunut Hilir, Suhaid, Selimbau, dan Semitau.

Letak Taman Nasional Danau Sentarum sekitar 700 km dari Pontianak atau ±100 km di utara garis khatulistiwa, tepat di jantung ekosistem tropis Kalimantan.

Kekayaan Flora dan Fauna Taman Nasional Danau Sentarum adalah rumah bagi 675 spesies tumbuhan dari 97 familia, termasuk 154 jenis anggrek, tiga di antaranya endemik dan sepuluh lainnya baru ditemukan.

Tumbuhan ikonik seperti Vatica menungau, Shorea balangeran, Gonytylus bancanus, hingga Crateva religiosa yang juga ditemukan di Amazon, tumbuh subur di Taman Nasional Danau Sentarum.

Perairan Taman Nasional Danau Sentarum dihuni 265 jenis ikan air tawar, dari mungilnya ikan Linut berukuran 1 cm hingga ikan Tapah raksasa sepanjang dua meter.

Ikan konsumsi, seperti Toman, Jelawat, dan Patin hidup berdampingan dengan ikan hias eksotis seperti Botia dan Arwana Super Red.

Bahkan, 13 spesies ikan di Taman Nasional Danau Sentarum baru teridentifikasi.

Kekayaan mamalia tak kalah mengagumkan, terdapat 147 jenis, termasuk 23 spesies langka, seperti Bekantan, Orang Utan, Macan Dahan, dan Kelempiau Kalimantan.

Dunia burung pun semarak dengan 310 jenis, termasuk Bangau Hutan Rawa yang langka, 8 spesies Rangkong, serta burung-burung khas rawa yang dilindungi secara internasional.

Tak ketinggalan, 31 jenis reptil hidup di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum ini, di antaranya Buaya Muara dan bahkan Buaya Katak (Crocodylus raninus) yang diduga telah punah di Asia selama 150 tahun.

Selain menjadi laboratorium alam, Taman Nasional Danau Sentarum menawarkan petualangan wisata yang kaya, di antaranya ialah:

  • Artefak budaya: rumah betang di Sungai Sedik, Empaik, dan Ukit-Ukit, serta Pulau Melayu yang disakralkan.
  • Bentang alam: danau luas dikelilingi perbukitan hijau.
  • Atraksi satwa: parade burung langka dan mamalia endemik.
  • Flora unik: 89% berbeda dari jenis yang ada di DAS Kapuas.
  • Kebudayaan lokal: adat Melayu dalam mengelola ikan dan beternak lebah, serta ritual tradisional suku Iban dan Kantuk yang memukau.
Tag

MORE